PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN BANTUAN SISWA MISKIN DI KOTA BANDAR LAMPUNG

0912011323, FERLYANI GUSTIA S. (2013) PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN BANTUAN SISWA MISKIN DI KOTA BANDAR LAMPUNG. Digital Library.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (57Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DALAM.pdf

Download (98Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER DEPAN.pdf

Download (15Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (88Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENGESAHKAN.pdf

Download (81Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MENYETUJUI.pdf

Download (82Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
MOTTO.pdf

Download (66Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
PERSEMBAHAN.pdf

Download (32Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (12Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
SANWACANA.pdf

Download (150Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (155Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (110Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (98Kb) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265Kb)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (91Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (86Kb) | Preview

Abstrak

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) tingkat SMP hingga tahun 2012 di Kota Bandar Lampung dan apakah faktor penghambatnya. Pendekatan masalah dalam penelitian ini adalah pendekatan secara Normatif-Empiris. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Pada tahun 2012, pelaksanaan pemberian BSM tingkat SMP di Kota Bandar Lampung belum berjalan baik, lancar, dan mampu membiayai siswa miskin tingkat SMP secara keseluruhan yang dibuktikan dengan hanya ada 2.750 siswa penerima BSM tingkat SMP dari 2.932 pendaftar. Hal tersebut dikarenakan banyaknya faktor penghambat, seperti dalam pendataan calon siswa penerima BSM, seringkali siswa enggan memberikan surat keterangan tidak mampu karena malas mengurusnya ke Rukun Tetangga atau Kantor Kelurahan tempat ia tinggal, guru atau wali kelasnya tidak mendapatkan informasi mengenai siswa yang bersangkutan miskin atau tidak, dan banyaknya siswa yang mengaku-ngaku miskin padahal mereka tergolong mampu; adanya ketidaktepatan sasaran dalam pelaksanaan program; terbatasnya anggaran dana BSM yang diberikan pemerintah pusat; dan penyaluran dana sering tidak tepat waktu. Saran yang dapat peneliti berikan, yaitu seharusnya pemerintah pusat lebih meningkatkan besarnya anggaran dana BSM dan menyalurkannya secara tepat waktu, pemerintah daerah selalu melaksanakan dan menjaga hubungan koordinasi dengan pemerintah pusat secara baik, setiap sekolah selalu mengadakan pendataan seluruh siswa miskin dengan baik dan intensif untuk memperoleh data yang tepat dan akurat, dan pihak-pihak di luar program, seperti BPKP ikut terlibat dalam monitoring, evaluasi, dan pelaporan program agar program BSM ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Kata Kunci : Pendidikan, Program Bantuan Siswa Miskin, Keluarga Tidak Mampu, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Abstract This study aims to determine how the implementation of the Poor Students Assistance Program (BSM) to junior level in 2012 in the city of Bandar Lampung and whether inhibiting factor. Approach the problem in this research is the normative-empirical approach. Source of data used are primary data and secondary data collected with library research and field study. In 2012, the implementation of the provision of BSM junior level in the city of Bandar Lampung has not gone well, smoothly, and able to finance poor students overall junior high level as evidenced by only 2,750 recipients BSM junior high students from 2,932 applicants. That is because many inhibiting factors, such as the prospective student recipients BSM data collection, students are often reluctant to provide a written statement could not because I was lazy to take care of the Neighborhood or Village Office where he lived, his homeroom teacher or no information about the student's poor or not , and the number of students who claim they are poor but among the better; any inaccuracy in the implementation of program objectives; BSM’s limited budget funds by the central government, and the distribution of funds is often not timely. Suggestions given, which should further increase the size of the central government budget BSM and distribute funds in a timely manner, local governments always implement and maintain coordination with the central government as well, every school has always held the entire collection with good and poor students to gain intensive precise and accurate data, and those outside the program, such as the BPK involved in monitoring, evaluation, and reporting of BSM program so it can be held properly and smoothly. Keywords : Education, Student Assistance Program Poor, Needy Families, The Department of Education in Bandar Lampung

Tipe Karya Ilmiah: Artikel
Subyek: A General Works = Karya Karya Umum
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: IC-STAR . 2015
Date Deposited: 28 Apr 2015 01:56
Last Modified: 28 Apr 2015 01:56
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/8916

Actions (login required)

View Item View Item