PERANAN JAWARA PADA MASA PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DI BANTEN TAHUN 1816-1888

RAYHAN , ALFARISI (2025) PERANAN JAWARA PADA MASA PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DI BANTEN TAHUN 1816-1888. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK - Rayhan Alfarisi.pdf

Download (200Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL - Rayhan Alfarisi.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1739Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN - Rayhan Alfarisi.pdf

Download (1136Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pada tahun 1816-1888 ketika Belanda telah sepenuhnya mengalahkan Kesultanan Banten, Belanda mengganti sistem pemerintahan tradisional yaitu kesultanan dengan sistem pemerintahan modern yang membuat Banten menjadi sebuah keresidenan. Situasi Banten yang kian memanas karena banyaknya Perlawanan itu membuat beberapa kelompok sosial yang ada di Banten tidak bisa tinggal diam dan kelompok itu adalah jawara. Ketika terjadi gerakan sosial di Banten pada abad ke-19, Pemerintah Kolonial Belanda berupaya untuk memaknai jawara sebagai kelompok masyarakat yang suka membuat kekacauan pemerintah kolonial sering mempersamakan kaum jawara dengan kelompok bandit. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimanakah peranan jawara pada masa kolonial di Banten pada tahun 1816-1888. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan jawara pada masa kolonial di Banten pada tahun 1816-1888. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ialah peran jawara terbentang dalam sebuah spektrum yang luas dan cair. Pada satu titik, seorang jawara seperti Mas Djakaria dapat memainkan peran sebagai bandit sosial yang meresahkan jalur perdagangan, namun di saat lain ia bertransformasi menjadi wirausahawan politik yang bersekutu dengan bangsawan dan bernegosiasi dengan kekuatan asing.Di sisi lain, figur seperti Tumenggung Mohammad mewakili peran sebagai birokrat yang memberontak, di mana identitasnya sebagai pejabat kolonial berbenturan hebat dengan mengundang sebagai pelindung komunitas. Kata kunci: Banten, Jawara, Kolonial, Perlawanan In 1816-1888 when the Dutch had completely defeated the Banten Sultanate, the Dutch replaced the traditional government system of the sultanate with a modern government system that made Banten a residency. The increasingly heated situation in Banten due to the many resistance made several social groups in Banten unable to remain silent and the group was the jawara. When there was a social movement in Banten in the 19th century, the Dutch Colonial Government trying to interpret Jawara as a group of people who like to create chaos, the colonial government often equates jawaras with bandit groups. The formulation of the problem in this study is how the role of jawara during the colonial period in Banten in 1816-1888. This study aims to determine the the role of jawara during the colonial period in Banten in 1816-1888. The method used in this study is the historical method. Data collection techniques use literature study techniques and documentation techniques. The result of this research is that the role of the jawara spans a broad and fluid spectrum. At one point, a jawara like Mas Djakaria can play the role of a social bandit disrupting trade routes, but at another moment he transforms into a political entrepreneur allying with the nobility and negotiating with foreign powers. On the other hand, a figure like Tumenggung Mohammad represents the role of a rebellious bureaucrat, where his identity as a colonial official clashes sharply with his role as a protector of the community. Keywords: Banten, Jawara, Colonial, Resistance

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
900 Sejarah dan Geografi > 909 Sejarah dunia
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: UPT . Desi Zulfi Melasari
Date Deposited: 31 Oct 2025 03:31
Terakhir diubah: 31 Oct 2025 03:31
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/92496

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir