0412011260, Yopie Septian Riyadi (2009) ARTI PENTING UNITED NATIONS IMPLEMENTING AGREEMENT 1995 (UNIA) BAGI INDONESIA DALAM KAITANNYA DENGAN KONSERVASI DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN DI LAUT LEPAS. UNSPECIFIED.
|
Text
Abstrak SIAP.pdf Download (9kB) | Preview |
|
|
Text
cover.pdf Download (14kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Gambar SIAP.pdf Download (4kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (10kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (12kB) | Preview |
|
|
Text
I SIAP.pdf Download (42kB) | Preview |
|
|
Text
II SIAP.pdf Download (56kB) | Preview |
|
|
Text
III SIAP.pdf Download (13kB) | Preview |
|
|
Text
IV SIAP.pdf Restricted to Registered users only Download (220kB) |
||
|
Text
MOTTO.pdf Download (28kB) | Preview |
|
|
Text
PERSEMBAHAN.pdf Download (34kB) | Preview |
|
|
Text
RIWAYAT HIDUP.pdf Download (12kB) | Preview |
|
|
Text
SANWACANA.pdf Download (14kB) | Preview |
|
|
Text
V SIAP.pdf Download (10kB) | Preview |
Abstract
Abstrak Sumber daya perikanan, khususnya sumber daya perikanan laut lepas dewasa ini mengalami penurunan drastis. Berdasarkan kondisi tersebut, negara-negara mengadakan Konferensi Hukum Laut Internasional sebanyak tiga kali. Konferensi Hukum Laut Ketiga disebut juga dengan United Nations Convention on the Law of the Sea of 10 December 1982 (UNCLOS). Konferensi yang merupakan implementasi dari UNCLOS salah satunya adalah Agreement for the Implementation of the Provisions of the United Nations Convention on the Law of the Sea of 10 December 1982 relating to the Conservation and Management of Straddling Fish Stocks and Highly Migratory Fish Stocks, selanjutnya disebut UNIA. Berdasarkan uraian di atas, yang menjadi pokok permasalahan adalah bagaimana pengaturan mengenai konservasi dan pengelolaan sumber daya perikanan laut lepas menurut UNIA dan bagaimana arti penting UNIA bagi Indonesia dalam kaitannya dengan konservasi dan pengelolaan sumber daya perikanan di laut lepas. Metode pendekatan yang digunakan dalam membahas permasalahan skripsi ini adalah penelitian normatif. Dalam upaya konservasi dan pengelolaan perikanan menurut UNIA mutlak diperlukan pendekatan kehati-hatian untuk menentukan tindakan apa yang tepat untuk diterapkan. Negara pihak diwajibkan melakukan kerjasama antar negara maupun membentuk sebuah organisasi pengelolaan perikanan sub regional atau regional atau disebut RFMOs. RFMOs yang wilayah pengaturannya mencakup wilayah Indonesia antara lain Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), Commission For The Conservation Of Southern Bluefin Tuna (CCSBT), dan Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC). Yopie Septian Riyadi Arti penting UNIA bagi Indonesia ditinjau dari aspek ekonomi adalah Indonesia akan mendapatkan alokasi tangkapan jenis ikan yang beruaya terbatas dan ikan yang beruaya jauh melalui penetapan kuota internasional. Ratifikasi UNIA ditinjau dari aspek hukum akan memantapkan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia. Peraturan perundang-undangan Indonesia banyak yang telah mendapat pengaruh dari UNIA. Dari aspek upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya perikanan, Indonesia akan mendapatkan bantuan berupa data dan informasi perikanan yang akurat melalui pertukaran data dan informasi. Kata kunci: UNIA, Konservasi sumber daya perikanan laut lepas
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | A General Works = Karya Karya Umum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1 |
| Depositing User: | IC-STAR . 2015 |
| Date Deposited: | 28 Apr 2015 02:44 |
| Last Modified: | 09 Sep 2015 07:19 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/9281 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
