KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN EKOLOGI MASYARAKAT PENERIMA IZIN HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KPHP GEDONG WANI

Raudhia, Maghfirah (2025) KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN EKOLOGI MASYARAKAT PENERIMA IZIN HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KPHP GEDONG WANI. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1215Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (931Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dibuat untuk meningkatkan produktivitas kawasan hutan produksi yang mengalami penurunan kualitas dan tentunya bagi masyarakat akan memberikan kesempatan untuk berusaha di bidang hutan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial, ekonomi, dan ekologi masyarakat penerima izin HTR di KPHP Gedong Wani. Penelitian ini dilaksanakan di KPHP Gedong Wani tepatnya di Desa Budi Lestari, Sinar Ogan, Jatibaru, Srikaton, dan Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada September sampai dengan November 2023. Penentuan responden dilakukan menggunakan rumus slovin dengan jumlah populasi 4544 orang dan menggunakan standard error sebesar 15%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian untuk kondisi sosial masyarakat menunjukkan bahwa persentase masyarakat penerima izin HTR di KPHP Gedong Wani yang memiliki pengetahuan tentang tata batas kawasan, mengikuti pertemuan antar anggota kelompok tani, membentuk jaringan sosial, memiliki transparansi dalam pemanfaatan sumber daya hutan; dan memiliki pengetahuan mengenai aturan HTR berjumlah lebih dari 50%. Sedangkan persentase masyarakat yang terlibat dalam pendampingan kelompok tani; mengikuti pelatihan budidaya dan teknologi; dan masih melestarikan budaya lokal kurang dari 50%. Hasil kondisi ekonomi masyarakat menunjukkan persentase masyarakat penerima izin HTR di KPHP Gedong Wani yang memiliki status kepemilikan rumah sendiri, kondisi rumah layak, dan menyatakan bahwa HTR menyediakan lapangan pekerjaan bagi anggota keluarga lain berjumlah lebih dari 50%. Sedangkan persentase masyarakat yang menyatakan bahwa jenis tanamanyang paling menghasilkan di lahan garapan adalah tanaman kayu-kayuan dan yang memiliki penerimaan HTR di atas Rp3.000.000,00 kurang dari 50%. Hasil kondisi ekologi masyarakat menunjukkan persentase masyarakat penerima izin HTR di KPHP Gedong Wani yang menyatakan bahwa mereka mengetahui jenis tanaman, jumlah tanaman, usia tanaman, dan cara penanaman yang mereka gunakan berjumlah lebih dari 50%. Sedangkan persentase masyarakat yang menyatakan bahwa kesuburan lahan meningkat, kuantitas sumber air bertambah, kualitas air bertambah, kualitas sungai membaik, dan terjadi perubahan jenis tanaman di lahan garapan setelah program HTR diterapkan kurang dari 50%. Secara umum, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sudah cukup baik, sedangkan kondisi ekologi masyarakat masih kurang baik. Perlu adanya pengembangan dan pemanfaatan lahan dengan pola agroforestri kompleks yang berfokus pada tanaman kayu. Kata kunci: hutan tanaman rakyat, kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi ekologi

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Kehutanan
Pengguna Deposit: 2507363637 Digilib
Date Deposited: 27 Dec 2025 02:27
Terakhir diubah: 27 Dec 2025 02:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94643

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir