KUNFAYAKUN, (2025) ANALISIS PERUBAHAN LAHAN TERBANGUN MENGGUNAKAN METODE INDEX BASED BUILT UP INDEX (IBI) TAHUN 2016-2024 KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK - KUNFAYAKUN.pdf Download (248Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL - KUNFAYAKUN.pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN - KUNFAYAKUN.pdf Download (1139Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kota Bandar Lampung mengalami pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang mendorong perubahan penggunaan lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan monitoring dan analisis mengenai perubahan lahan terbangun dalam rangka pengendalian tata ruang di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi hasil pemetaan lahan terbangun dengan menerapkan metode Index Based Built Up Index (IBI) di Kota Bandar Lampung, mengetahui perubahan luas lahan terbangun pada tahun 2016–2024, serta mengetahui tingkat perkembangan lahan terbangun di Kota Bandar Lampung tahun 2016-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan penerapan Index Based Built Up Index (IBI) sebagai metode klasifikasi lahan terbangun berdasarkan citra Landsat 8. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interpretasi citra, analisis deskriptif, analisis spasial dan analisis tingkat perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode IBI menghasilkan pemetaan klasifikasi lahan yang cukup baik, dengan tingkat akurasi Kappa sebesar 90% pada tahun 2016 dan 83,8% pada tahun 2024, keduanya masuk dalam kategori almost perfect agreement. Perubahan luas lahan terbangun di Kota Bandar Lampung dalam periode 2016-2024 mencapai 13,44 km2. Kecamatan Kemiling mengalami peningkatan terbesar yaitu 3,13 km2 sedangkan Kecamatan Teluk Betung Timur dan Enggal mengalami perubahan terkecil yaitu 0,02 km2. Tingkat perkembangan lahan terbangun di Kota Bandar Lampung diklasifikasikan ke dalam lima kelas, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Kecamatan Kemiling memiliki perkembangan lahan terbangun sangat tinggi sedangkan perkembangan sangat rendah terjadi di beberapa kecamatan seperti Labuhan Ratu, Way Halim, Panjang, Teluk Betung Timur, Teluk Betung Selatan, Bumi Waras, Teluk Betung Utara, Enggal, Kedamaian, Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Timur, dan Kedaton. Kata kunci: lahan terbangun, perubahan, index based built up index The city of Bandar Lampung has encounter population growth and economic activity that has driven changes in land use from undeveloped to developed land. Based on this, it is necessary to monitor and analyze changes in developed land in order to control spatial planning from year to year in the city of Bandar Lampung. This study aims to determine the accuracy of built-up land mapping results by applying the Index-Based Built-Up Index (IBI) method in Bandar Lampung City, to identify changes in the area of built-up land from 2016 to 2024, and to assess the level of built-up land development in Bandar Lampung City from 2016 to 2024. The research method used is a descriptive research method with the application of the Index Based Built Up Index (IBI) as a method for classifying built-up land based on Landsat 8 imagery. Data were collected through observation and documentation. Data analysis techniques used image interpretation, descriptive analysis, spatial analysis, and development level analysis. The results of the study indicate that the IBI method produces fairly good land classification mapping, with a Kappa accuracy rate of 90% in 2016 and 83.8% in 2024, both of which fall into the category of almost perfect agreement. The change in the area of built-up land in Bandar Lampung City during the 2016-2024 period reached 13.44 km2. Kemiling District experienced the largest increase of 3.13 km2, while Teluk Betung Timur and Enggal Districts experienced the smallest change of 0.02 km2. The level of developed land development in Bandar Lampung City is classified into five categories: very low, low, moderate, high, and very high. Kemiling District has a very high level of developed land development, while very low development occurs in several districts such as Labuhan Ratu, Way Halim, Panjang, Teluk Betung Timur, Teluk Betung Selatan, Bumi Waras, Teluk Betung Utara, Enggal, Kedamaian, Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Timur, and Kedaton. Keywords: built up land, change, index based built up index
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 900 Sejarah dan Geografi |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Geografi IPS |
| Pengguna Deposit: | A.Md Cahya Anima Putra . |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 02:47 |
| Terakhir diubah: | 31 Dec 2025 02:47 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94699 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
