Ardelia Citra, Febriyanti (2025) KAJIAN VIKTIMOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI (Studi pada Satuan Tugas PPKS Universitas Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK - Ardelia Citra Febriyanti.pdf Download (269Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL - Ardelia Citra Febriyanti.pdf Restricted to Hanya staf Download (2604Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN - Ardelia Citra Febriyanti.pdf Download (2195Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Tindak pidana pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan seksual yang sedang banyak terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Kasus-kasus pelecehan seksual tidak hanya merusak reputasi institusi pendidikan, tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik korban mengingat banyak korban yang enggan melaporkan akibat berbagai hambatan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kajian viktimologi terhadap tindak pidana pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi serta bagaimana upaya penanggulangan tindak pidana pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum yuridis normatif dan yuridis empiris dengan cara mengumpulkan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Pihak yang menjadi narasumber yaitu Anggota Satgas PPKS Universitas Lampung, Dosen Bagian Hukum Pidana Universitas Lampung, serta Korban Tindak Pidana Pelecehan Seksual. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa tindak pidana pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi umumnya terpicu karena faktor keterlibatan korban dari segi tindakan dan perilaku, viktimisasi rutin seperti interaksi dan situasi/kesempatan, dan gaya hidup korban seperti pakaian sehari-hari, lingkungan sosial, perbedaan budaya dan pengaruh teman sebaya. Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pihak kampus hanya melalui tindakan non penal. Upaya non penal yang dilakukan yaitu pemberian terguran dan peringatan secara lisan, pemberian sanksi kepada pelaku dan juga memberikan konseling psikologis terhadap korban. Saran yang ditujukan dalam penelitian ini Kampus perlu memperkuat program edukasi dan kampanye kesadaran tentang pelecehan seksual dengan melibatkan semua elemen kampus untuk meningkatkan pemahaman dan pencegahan. Selain itu, penting untuk mengembangkan sistem pelaporan yang aman dan mudah diakses Ardelia Citra Febriyanti agar korban dan saksi merasa nyaman melaporkan kejadian tanpa takut stigma. Serta kampus perlu meningkatkan penanganan kasus pelecehan seksual dengan memperkuat pendekatan non-penal melalui pelatihan intensif, mengatur sanksi administrasi dengan jelas, dan meningkatkan akses serta kualitas konseling psikologis bagi korban dengan melibatkan profesional berpengalaman. Kata Kunci: Kajian Viktimologi, Tindak Pidana, Pelecehan Seksual Sexual harassment is a form of sexual violence that is currently occurring in the university environment. As stated in the Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology Number 30 of 2021 concerning the Prevention and Handling of Sexual Violence in the University Environment. Cases of sexual harassment not only damage the reputation of educational institutions but also have a negative impact on the mental and physical health of victims considering that many victims are reluctant to report due to various obstacles. The problem in this research is how to study victimology regarding sexual harassment crimes in the university environment and what countermeasures can be taken to reduce cases of sexual harassment in the university environment. This research method uses normative and empirical legal research by collecting primary and secondary data. The data collection method is through literature study and field study. The parties who are the resource persons are Members of the PPKS Task Force of the University of Lampung, Lecturers of the Criminal Law Department of the University of Lampung, and Victims of Sexual Harassment. The results of the research and discussion show that sexual harassment crimes in the university environment are generally triggered by factors of victim involvement in terms of actions and behavior, routine victimization such as interactions and situations/opportunities, and victim lifestyles such as everyday clothing, social environment, cultural differences and peer influence. The prevention efforts made by the campus are only through non-penal actions. Non-penal efforts made are giving verbal warnings and reprimands, giving sanctions to the perpetrators and also providing psychological counseling to the victims. The suggestion outlined in this study include strengthening educational programs and awareness campaigns on sexual harassment by involving all campus elements to increase understanding and prevent it. Furthermore, it is crucial to develop a safe and accessible reporting system so that victims and witnesses feel comfortable reporting incidents without fear of stigma. Furthermore, universities need to improve their handling of sexual Ardelia Citra Febriyanti harassment cases by strengthening non-penal approaches through intensive training, clearly regulating administrative sanctions, and improving access to and quality of psychological counseling for victims by involving experienced professionals. Keywords: Victimology Study, Criminal Acts, Sexual Harassment
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | UPT . Ery Elyasari |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 04:44 |
| Terakhir diubah: | 06 Jan 2026 04:44 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94716 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
