ZAKI, RAMADHAN (2025) KLASIFIKASI TIGA JENIS KOPI BUBUK (LAMPUNG, LANANG, PAGAR ALAM) SECARA INTACT MENGGUNAKAN FLUORESCENCE SPECTROSCOPY PORTABEL. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (261Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (16Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (16Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Indonesia terkenal dengan penghasil kopi terbesar di dunia, namun sulit untuk memastikan bahwa kopi spesialti dari satu daerah berbeda dengan kopi spesialti dari daerah lainnya, dikarenakan cita rasa yang hampir mirip, sehingga sulit untuk dibedakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan mengklasifikasikan tiga jenis kopi bubuk, yaitu Kopi Lampung biasa (LP), Kopi Lampung Lanang (peaberry) (LN), dan Kopi Pagar Alam biasa (PA), secara utuh (intact) menggunakan instrumen LED-based Fluorescence Spectroscopy portabel yang dikombinasikan dengan metode kemometrika. Data spektrum yang terkumpul dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Soft Independent Modeling of Class Analogy (SIMCA) pada perangkat lunak The Unscrambler. Hasil analisis menunjukkan bahwa model klasifikasi terbaik dicapai menggunakan data pretreatment. Klasifikasi antara Kopi Lampung (LP) dengan Kopi Lanang (LN) menggunakan Smoothing Moving Average 5 Segment menghasilkan akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas 100%, serta error 0%. Begitu pula dengan klasifikasi Kopi Lampung (LP) dengan Kopi Pagar Alam (PA) menggunakan MSC + Moving Average 7 Segment yang menghasilkan akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas 100%, serta error 0%. Hal ini menunjukkan bahwasampel yang hanya memiliki satu pembeda (jenis yang sama tetapi berbeda jenis biji, atau jenis biji yang sama tetapi berbeda asal) lebih mudah diklasifikasikan. Sebaliknya, klasifikasi antara Kopi Lanang (LN) dengan Kopi Pagar Alam (PA) yang memiliki dua pembeda (berbeda jenis biji dan berbeda asal) lebih sulit diklasifikasikan, dengan akurasi 65,9%, spesifisitas 78,6%, sensitivitas 60,0%, dan error 34,1% menggunakan MSC + Moving Average 7 Segment. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi LED-based Fluorescence Spectroscopy portabel dengan metode SIMCA efektif untuk mengklasifikasikan kopi spesialti jenis Robusta (LP, LN, dan PA) berdasarkan spektrumnya, terutama untuk pasangan kopi yang memiliki satu pembeda karakteristik. Kata kunci: Spektroskopi fluoresensi, kopi spesialti, SIMCA, PCA, kemometrika
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Teknik Pertanian |
| Pengguna Deposit: | 2507237037 Digilib |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 02:13 |
| Terakhir diubah: | 12 Jan 2026 02:13 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94742 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
