KHUSNUL FATIMAH, . (2025) ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 TANJUNG BINTANG. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK - B012_Khusnul Fatimah.pdf Download (17Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL - B012_Khusnul Fatimah.pdf Restricted to Hanya staf Download (2445Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN - B012_Khusnul Fatimah.pdf Download (1499Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian bertujuan menganalisis bagaimanakah bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta menganalisis penyebab dari terjadinya alih kode dan campur kode. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Bintang. Alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi pendidik dan peserta didik merupakan peristiwa lingustik yang akan menjadi fokus dalam kajian ini karena mencerminkan kompleksitas sosial dan linguistik dalam konteks pendidikan bilingual, dan multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas cakap, teknik rekam, dan tenik catat. Sumber data penelitian ini yakni tuturan pendidik dan peserta didik dan data yang digunakan berupa tuturan yang mengandung peristiwa alih kode dan campur kode, kemudian data dianalisis dan diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 76 data berupa peristiwa alih kode dan 50 data peristiwa campur kode dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Alih kode yang ditemukan terbagi atas alih kode intern dan ekstern yang didominasi oleh alih kode intern, yakni dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Faktor penyebab alih kode meliputi faktor penutur, perubahan dari situasi informal ke formal, dan perubahan topik pembicaraan. Adapun bentuk campur kode yang ditemukan yaitu berupa sisipan unsur bahasa lain berbentuk kata, frasa, baster, dan perulangan kata. Terdapat dua faktor penyebab terjadinya campur kode, yaitu faktor kebahasaan dan faktor sikap penutur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa tidak hanya dilandasi dengaan pengetahuan berbahasa, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Kata Kunci: alih kode, campur kode, pembelajaran bahasa Indonesia This study aims to analyze the forms of code switching and code mixing and the causes of their occurrence. The purpose of this study is to describe the forms of code switching and code mixing, as well as the factors that cause them in the Indonesian language learning process in grade 7 of SMP NEGERI 2 Tanjung Bintang. Code switching and code mixing that occur in interactions between teachers and students are linguistic phenomena that will be the focus of this study because they reflect the social and linguistic complexity in the context of bilingual and multicultural education. The study uses a qualitative approach and descriptive methods, with data collection techniques including free listening, recording, and note-taking. The data sources for this study were speech acts conducted by educators and students. The data used consisted of speech acts containing code-switching and code- mixing. The data were then analyzed and classified based on their form and causal factors. The results showed 76 instances of code-switching and 50 instances of code- mixing in the Indonesian language learning process. The code-switching identified was divided into internal and external, with internal code-switching dominated by Javanese to Indonesian. Factors contributing to code-switching include speaker factors, changes from informal to formal situations, and changes in topic of conversation. The forms of code-mixing identified included insertions of other language elements in the form of words, phrases, basters, and word repetition. Two factors contribute to code-mixing: linguistic factors and speaker attitudes. The results of this study indicate that learning, particularly language learning, is not only based on language knowledge but also on communication and social interaction skills. Keywords: code-switching, code-mixing, Indonesian language learning
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 400 Bahasa |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Pengguna Deposit: | UPT . Ery Elyasari |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 04:32 |
| Terakhir diubah: | 14 Jan 2026 04:32 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94763 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
