Sandrina Audy, Aprilia (2025) ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR BAYI ATERM DENGAN KADAR TSH (Thyroid Stimulating Hormone) HASIL SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL DI PROVINSI LAMPUNG BULAN JANUARI- MARET 2025. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
Abstrak_Sandrina Audy Aprilia .pdf Download (412Kb) | Preview |
|
|
File PDF
PROPOSAL FULL_Sandrina Audy Aprilia .pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN_Sandrina Audy Aprilia .pdf Download (4Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Hipotiroid kongenital adalah kelainan endokrin tersering pada neonatus dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan bila tidak terdeteksi dini. Pemeriksaan SHK menjadi metode skrining utama karena mencerminkan fungsi tiroid. Di Indonesia prevalensinya sekitar 1:1.167 kelahiran, namun cakupan skrining masih rendah. Di Provinsi Lampung, program skrining baru berjalan sejak 2016 dan penelitian mengenai keterkaitan berat badan lahir dengan kadar TSH pada bayi aterm masih terbatas. Faktor seperti berat badan lahir, usia gestasi, dan kondisi maternal lainnya diduga berpengaruh, tetapi hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kadar TSH, distribusi berat badan lahir, serta hubungan keduanya pada bayi aterm yang menjalani skrining hipotiroid kongenital periode Januari–Maret 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan cross-sectional mengenai hubungan antara berat badan lahir bayi aterm dengan kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone) hasil skrining hipotiroid kongenital di Provinsi Lampung bulan Januari-Maret 2025. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman pada 426 bayi menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat lemah antara kadar TSH dan berat badan lahir (r = −0,108) dengan nilai signifikansi p = 0,026 (p < 0,05). Hubungan negatif ini mengindikasikan bahwa peningkatan berat badan bayi cenderung diikuti penurunan kadar TSH dan sebaliknya, meskipun kekuatan hubungannya rendah. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar TSH pada bayi aterm di Lampung umumnya normal dengan prevalensi hipotiroid kongenital yang sangat rendah. Sebagian besar bayi memiliki berat badan lahir normal, dan hanya sedikit yang termasuk BBLR atau BBLL. Terdapat hubungan negatif yang sangat lemah antara berat badan lahir dan kadar TSH, menunjukkan bahwa berat badan berpengaruh kecil terhadap variasi kadar TSH. Kata Kunci: Hipotiroid Kongenital, Aterm, Thyroid Stimulating Hormone
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507262306 Digilib |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:15 |
| Terakhir diubah: | 15 Jan 2026 07:15 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94772 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
