Andi Rassya, Daffa Islami (2025) HUBUNGAN TUMOR NASOFARING DENGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2023-2024. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.
|
File PDF
ABSTRAK .pdf Download (325Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3770Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (3608Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Kanker nasofaring merupakan tumor ganas agresif yang banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, dan lebih sering terjadi pada pria. Perkembangannya dikaitkan dengan Epstein–Barr virus (EBV) serta konsumsi tinggi nitrosamin. Diagnosis pasti memerlukan biopsi yang bersifat invasif, dan sering menghasilkan temuan inflamasi atau tumor jinak sehingga dibutuhkan biomarker untuk skrining awal. Rasio neutrofil limfosit (RNL) merupakan penanda inflamasi sistemik yang mudah diperoleh dan mencerminkan ketidakseimbangan antara neutrofil dan limfosit sebagai sel imun antitumor. Penelitian menunjukkan bahwa RNL tinggi berkaitan dengan stadium lebih lanjut, prognosis buruk, dan kadar DNA EBV yang lebih tinggi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 105 rekam medis pasien biopsi nasofaring. Variabel bebas adalah gambaran tumor (lesi inflamasi, tumor jinak, tumor ganas) dan variabel terikat adalah RNL yang dikategorikan menjadi rendah (≤3) dan tinggi (>3). Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-square. Hasil: Gambaran tumor nasofaring pada pasien yang menjalani biopsi menunjukkan 75 kasus kanker nasofaring (71,4%), 14 kasus tumor jinak (13,3%), dan 16 kasus nasofaringitis (15,2%). Sebagian besar pasien memiliki RNL tinggi, yaitu 61 orang (58,1%), sedangkan RNL rendah ditemukan pada 44 orang (41,9%). Uji statistik menunjukkan hubungan bermakna antara RNL dan gambaran tumor nasofaring (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara gambaran tumor nasofaring dengan rasio neutrofil limfosit. Nilai RNL dapat dipertimbangkan untuk skrining awal tumor nasofaring. Kata Kunci: kanker nasofaring, tumor nasofaring, rasio neutrofil limfosit,
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507321110 Digilib |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 03:57 |
| Terakhir diubah: | 23 Jan 2026 03:57 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94887 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
