Fifi, Kusuma Jayanti (2025) PERBANDINGAN MODAL SOSIAL PETAHANA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2024. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (291kB) | Preview |
|
|
Text
FILE TUGAS AKHIR TESIS FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
FILE TUGAS AKHIR TESIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Tidak semua petahana dengan modalitas yang kuat di pemilihan legislatif, mampu kembali mempertahankan jabatannya. Fenomena keikutsertaan 2 Petahana legislatif PKB di Dapil 3 pada pemilu 2024 menunjukan petahana yang berhasil dan gagal mempertahankan jabatannya di legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingan pola pemanfaatan modal sosial dua petahana dengan pendekatan strukturalisme, menggunakan teori modal sosial Pierre Bordieu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tipe studi kasus serta penerapan metode triangulasi informan dengan tiga jenis sumber data: dua petahana legislatif (narasumber utama), tim sukses kedua petahana (narasumber pendukung), dan tokoh Muslimat NU Sendang Agung, perwakilan majelis taklim Kalirejo, akademisi Unila, Staf DPC PKB Lam-Teng (penengah). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi lalu dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukan modal sosial Muslim Ansori terdiri dari 60 dukungan kelompok. Terdiri dari Majelis Taklim Muslimat NU di dua kecamatan, dan dukungan tokoh: 50 kiyai pengurus ponpes dan kiyai majelis, dan 2 elit NU dari Provinsi Lampung dan Lam-Teng. Jumlah rata-rata perkelompok memiliki 70 anggota. Memiliki 2 wilayah dukungan: Kecamatan Sendang Agung dan Kalirejo serta dikenal sebagai keluarga aktivis NU Sendang Agung; Modal sosial Azhari terdiri dari 20 dukungan kelompok: 17 kelompok Fatayat NU Kalirejo, Kelompok Rumah Swadaya, Kelompok Baksos, dan GP Ansor Kalirejo serta dukungan dari 300 tokoh. Jumlah rata-rata perkelompok memiliki 60 anggota. Memiliki wilayah dukungan di Kecamatan Kalirejo. Perbandingan pola pemanfaatan modal sosial Muslim melalui struktural organisasi dinilai lebih efektif untuk memenangkan kursi legislatif dibandingkan gerakan pemberdayaan masyarakat Azhari di Dapil 3 Lam-Teng. Perbandingan ini menunjukan kemampuan kandidat dalam mengakses sumber daya akan mempengaruhi penguasaan modal dalam mencapai kepentingan politik. Kata Kunci: Petahana, Pemilihan Legislatif, Modal Sosial
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | ?? 321 ?? |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Prodi Magister Ilmu Administrasi |
| Depositing User: | 2507178815 Digilib |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 03:43 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 03:43 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94931 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
