POLA BAKTERI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS DAN NOSOKOMIAL DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI 2021–DESEMBER 2024

Azizah Rasya, Luthfiani (2026) POLA BAKTERI DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS DAN NOSOKOMIAL DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI 2021–DESEMBER 2024. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (162Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2176Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1993Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pneumonia merupakan penyebab penting morbiditas dan mortalitas di ruang perawatan intensif, terutama akibat dominasi bakteri Gramnegatif dengan resistensi antibiotik tinggi. Data lokal mengenai pola bakteri dan sensitivitas antibiotik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek masih terbatas sehingga diperlukan untuk mendukung terapi empiris yang tepat. Penelitian deskriptif cross-sectional ini menggunakan total sampling terhadap pasien pneumonia komunitas (CAP) dan nosokomial (HAP dan VAP) yang dirawat di ruang perawatan intensif periode Januari 2021–Desember 2024. Data diambil dari rekam medis, hasil kultur, dan uji sensitivitas antibiotik, lalu dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 87 pasien memenuhi kriteria (10 CAP, 15 HAP, 62 VAP). Bakteri Gram-negatif mendominasi, terutama Klebsiella pneumoniae (31%), Pseudomonas aeruginosa (11%), Acinetobacter baumannii (11%), dan Escherichia coli (11%). Patogen lain seperti Enterococcus faecium, Staphylococcus hominis, Staphylococcus aureus, dll ditemukan dalam jumlah kecil. Pola sensitivitas antibiotik bakteri Gram-negatif menunjukkan resistensi tinggi terhadap cephalosporin, sedangkan sensitivitas yang relatif lebih baik ditemukan pada antibiotik amikacin, dan tigecycline. Acinetobacter baumannii dan Pseudomonas aeruginosa cenderung lebih resisten dibandingkan Enterobacteriaceae. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pneumonia di ruang perawatan intensif RSUD Dr. H. Abdul Moeloek didominasi oleh bakteri Gram-negatif dengan tingkat resistensi tinggi pada kasus nosokomial. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pemilihan antibiotik empiris yang sesuai dengan pola kuman lokal serta penguatan program antimicrobial stewardship untuk mencegah peningkatan resistensi. Kata Kunci: CAP, HAP, pneumonia, pola bakteri, ruang rawat intensif, sensitivitas antibiotik, VAP

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507582963 Digilib
Date Deposited: 26 Jan 2026 05:01
Terakhir diubah: 26 Jan 2026 05:01
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94957

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir