KORELASI KADAR SERUM FERRITIN DENGAN NILAI KEKAKUAN HATI PADA PASIEN TALASEMIA BETA MAYOR DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK KOTA BANDAR LAMPUNG

Ahmad Fauzan, Hafizh (2025) KORELASI KADAR SERUM FERRITIN DENGAN NILAI KEKAKUAN HATI PADA PASIEN TALASEMIA BETA MAYOR DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK KOTA BANDAR LAMPUNG. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (109Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (12Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (12Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Talasemia beta mayor merupakan kelainan darah herediter yang menyebabkan penderitanya memerlukan transfusi darah berulang untuk mempertahankan kadar hemoglobin yang cukup. Transfusi yang dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan zat besi (iron overload) yang berpotensi menimbulkan kerusakan organ, terutama hati, berupa fibrosis hati. Kelebihan zat besi ini dapat diukur dengan menggunakan kadar serum ferritin. Kadar serum ferritin dapat menjadi indikator kelebihan zat besi di suatu organ pada pasien talasemia karena mencerminkan jumlah zat besi yang disimpan dalam tubuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien talasemia beta mayor di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek periode Januari – Oktober 2025. Variabel yang diteliti adalah kadar serum ferritin (ng/mL) dan nilai kekakuan hati (kPa) hasil pemeriksaan fibroscan. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 34 data rekam medis pasien diikutsertakan dalam penelitian ini, terdiri atas 11 (32,4%) laki-laki dan 23 (67,6%) perempuan. Nilai median kadar serum ferritin adalah 4.949,34 ng/mL dan median nilai kekakuan hati 7,25 kPa. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi bermakna antara kadar serum ferritin dengan nilai kekakuan hati (r=0,519; p=0,002) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan: Kadar serum ferritin berkorelasi secara positif dengan kekakuan hati. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kadar ferritin serum berhubungan dengan peningkatan kekakuan hati. Kata Kunci: kekakuan hati, serum ferritin, talasemia beta mayor, transient elastography

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507250160 Digilib
Date Deposited: 27 Jan 2026 03:27
Terakhir diubah: 27 Jan 2026 03:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94998

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir