IDENTIFIKASI PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN DESA DI KABUPATEN PESISIR BARAT

Royiv, Agmadeni (2025) IDENTIFIKASI PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN DESA DI KABUPATEN PESISIR BARAT. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (230kB) | Preview
[img] Text
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pembangunan di Kabupaten Pesisir Barat masih menghadapi tantangan berkelanjutan berupa stagnasi pertumbuhan ekonomi dan disparitas spasial antardesa yang signifikan, sebagaimana tercermin dari variasi nilai Indeks Desa Membangun (IDM), distribusi fasilitas, dan tingkat aksesibilitas. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan berbasis lokasi (place-based development), khususnya melalui pembentukan pusat-pusat pertumbuhan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi desa potensial sebagai pusat pertumbuhan, menganalisis pola dan intensitas interaksi spasial, serta menentukan desa prioritas dalam pembangunan wilayah di Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan integratif dengan mengombinasikan Analisis Skalogram untuk menetapkan hierarki fasilitas, Analisis Gravitasi untuk mengukur intensitas interaksi fungsional antara desa pusat dan wilayah sekitarnya (wilayah hinterland, penyangga, dan tertinggal), serta metode TOPSIS–Entropy untuk menentukan prioritas pembangunan secara objektif. Kriteria yang digunakan meliputi jumlah penduduk, jarak ke ibu kota kabupaten, Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), serta nilai Skalogram. Hasil analisis TOPSIS–Entropy menunjukkan bahwa jarak (aksesibilitas) merupakan kriteria yang paling dominan (0,62179), diikuti oleh jumlah penduduk (0,20052) dan nilai Skalogram (0,14115). Analisis ini juga mengidentifikasi adanya fenomena Functional Trapped Center di Desa Sukarame, yaitu desa dengan kelengkapan fasilitas relatif tinggi tetapi memiliki skor TOPSIS–Entropy yang rendah, sehingga cenderung menimbulkan efek hisap (backwash effect) dibandingkan efek sebar (spread effect). Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan Desa Seray–Rawas sebagai pusat pertumbuhan nodal utama, serta penerapan intervensi nonfasilitas pada desa Functional Trapped Center yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan aksesibilitas. Kata Kunci: Pusat Pertumbuhan, Functional Trapped Center, Skalogram, Gravitasi, TOPSIS-Entropy, Pesisir Barat.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? 300 ??
?? 330 ??
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Magister Ilmu Ekonomi S2
Depositing User: 2507883926 Digilib
Date Deposited: 27 Jan 2026 06:32
Last Modified: 27 Jan 2026 06:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95006

Actions (login required)

View Item View Item