BTARI , YASMIN AULIYA (2025) DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI IDOL ASAL INDONESIA DI INDUSTRI HIBURAN KOREA SELATAN. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
Btari Yasmin Auliya_ABSTRAK - Btari Yasmin Auliya.pdf Download (124Kb) | Preview |
|
|
File PDF
Revisi FULL SKRIPSI_BTARI YASMIN AULIYA - Btari Yasmin Auliya.pdf Restricted to Hanya staf Download (1935Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
Revisi BAB TANPA PEMBAHASAN_BTARI YASMIN AULIYA - Btari Yasmin Auliya.pdf Download (881Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Hubungan Indonesia-Korea Selatan tidak hanya terjalin di bidang ekonomi dan politik, namun juga sosial budaya. Di tengah dominasi Korean Wave yang membentuk citra kuat budaya Korea di Indonesia, idol K-pop (Korean Pop) asal Indonesia berperan strategis sebagai aktor non-negara yang turut mendiplomasikan budaya asal negaranya melalui berbagai sarana, meskipun mereka tergabung dengan budaya populer yang berasal dari negara tersebut. Penelitian ini menggunakan konsep diplomasi budaya oleh Michael J. Waller dengan 12 sarana utama, yakni: seni, pameran, pertukaran, program pendidikan, sastra, pengajaran bahasa, penyiaran berita, penghargaan, dialog, gagasan, kebijakan, dan agama. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, dokumentasi daring yang dipublikasikan melalui kanal YouTube, Instagram, dan jurnal daring. Teknik analisis data yang digunakan penulis terdiri dari tiga tahap menurut Miles dan Huberman, yaitu tahap kondensasi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya yang dilakukan oleh aktor non-negara, yang dalam hal ini adalah idol K-pop asal Indonesia, dapat dianalisis melalui 12 sarana diplomasi budaya Michael J. Waller. Namun, dari keseluruhan sarana tersebut, ditemukan bahwasanya praktik diplomasi budaya oleh idol K-pop asal Indonesia terealisasi melalui enam sarana, yaitu 1) seni, yang ditunjukkan melalui penampilan tarian Indonesia; 2) pameran, melalui kehadiran aktor dalam festival budaya rakyat; 3) pengajaran bahasa oleh aktor melalui berbagai media; 4) penyiaran berita dengan mengenalkan budaya melalui berita atau media yang menyiarkan; 5) penghargaan terhadap aktor terkait; 6) dialog yang dilakukan oleh aktor melalui interaksi. Kata Kunci: Korea Selatan, Indonesia, Diplomasi Budaya, Idol K-pop. The relationship between Indonesia and South Korea extends beyond economics and politics to socio-cultural dimensions. Amidst the dominance of the Korean Wave, which has strongly shaped the image of Korean Culture in Indonesia, Indonesian K-pop (Korean Pop) idols play a strategic role as non-state actors, contributing to the diplomacy of their home country’s culture through various channels, even though they are integrated with the popular culture of that country. This study used Michael J. Waller’s concept of cultural diplomacy, which encompasses 12 primary channels which is art, exhibitions, exchanges, educational programs, literature, language teaching, news broadcasting, awards, dialogue, ideas, policies, and religion. The research method used is descriptive qualitative, with secondary data obtained from the official website of the Indonesian Embassy in Seoul, online documentation published on YouTube and Instagram, and also online journals. The data analysis technique follows the three stages outlined by Miles and Huberman: data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that cultural diplomacy carried out by non-state actors in this case, Indonesian K-pop idols can indeed be analyzed through Waller’s 12 channels. However, the study reveals that such practices are primarily realized through sic channels, namely: 1) art, demonstrated through Indonesian dance performances; 2) exhibitions, through participation in folk cultural festivals; 3) language teaching, facilitated thorugh various media; 4) news boradcasting, by introducing Indonesian culture via mass and digital media; 5) awards, given in recognition of their contributions; and 6) dialogue, conducted through direct interaction with audiences. Keyword: South Korea, Indonesia, Cultural Diplomacy, K-pop Idols.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | A.Md Cahya Anima Putra . |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 07:04 |
| Terakhir diubah: | 27 Jan 2026 07:04 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95038 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
