KOMANG DANU ARTHA ARYA , WIGUNA (2026) PENYIMPANGAN CATUR BRATA PENYEPIAN HARI RAYA NYEPI DI DESA DHARMA AGUNG MATARAM KECAMATAN SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (13Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (599Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (454Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi di Desa Dharma Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk penyimpangan yang terjadi, faktor penyebabnya, serta dampak sosial budaya yang dirasakan umat Hindu setempat. Catur Brata Penyepian yang meliputi amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan merupakan inti ajaran yang seharusnya dijalankan secara penuh sebagai bentuk pengendalian diri dan penyucian rohani. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Informan ditentukan melalui teknik purposive, yaitu pemilihan informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Informan terdiri atas tokoh adat, pecalang, pelaku penyimpangan, serta masyarakat Hindu Desa Dharma Agung yang memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung terkait pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori penyimpangan, yaitu Penyimpangan ringan (menyalakan lampu, menggunakan HP, berbicara, menonton TV, serta makan/tidak berpuasa) dan Penyimpangan berat (keluar rumah serta melakukan kegiatan hiburan). Penyebab penyimpangan meliputi kurangnya pemahaman keagamaan, tuntutan ekonomi, pengaruh modernitas, serta lemahnya sosialisasi terkait Catur Brata. Respons masyarakat, tokoh adat, dan pecalang umumnya berupa kekecewaan, keprihatinan, dan rasa terganggu. Kata kunci: Catur Brata Penyepian, penyimpangan sosial, Nyepi, perubahan sosial budaya. This research is motivated by the emergence of various forms of deviation in the implementation of Catur Brata Penyepian during the Nyepi Day celebration in Dharma Agung Village, Seputih Mataram District, Central Lampung Regency. The study aims to examine the types of deviations that occur, the factors causing them, and the socio-cultural impacts experienced by the local Hindu community. Catur Brata Penyepian, which consists of amati geni, amati karya, amati lelungan, and amati lelanguan, is a core religious teaching that should be fully observed as a form of self-control and spiritual purification. This study employs a qualitative research method. Informants were selected using a purposive sampling technique, namely the deliberate selection of individuals based on considerations relevant to the research objectives. The informants included traditional leaders, pecalang, individuals who committed deviations, and members of the Hindu community of Dharma Agung Village who have direct knowledge or experience related to the implementation of Catur Brata Penyepian. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate two categories of deviation: minor deviations (turning on lights, using mobile phones, talking, watching television, and eating or not fasting) and major deviations (leaving the house and engaging in entertainment activities). The factors contributing to these deviations include a lack of religious understanding, economic demands, the influence of modernity, and weak socialization regarding Catur Brata Penyepian. The responses of the community, traditional leaders, and pecalang generally manifest as disappointment, concern, and a sense of disturbance. Keywords: Catur Brata Penyepian, social deviance, Nyepi, socio-cultural.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 301 Sosiologi dan antropologi 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Sosiologi |
| Pengguna Deposit: | 2507240347 Digilib |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 07:42 |
| Terakhir diubah: | 28 Jan 2026 07:42 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95110 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
