PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE PADA MATA PELAJARAN IPS TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP DHARMAPALA TAHUN AJARAN 2024/2025

WAHYU , FITIR RAHIM (2025) PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE PADA MATA PELAJARAN IPS TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP DHARMAPALA TAHUN AJARAN 2024/2025. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
WAHYU FITIR RAHIM_ABSTRAK, - Wahyu Fitir Rahim.pdf

Download (2220Kb) | Preview
[img] File PDF
WAHYU FITIR RAHIM_FULL TANPA LAMPIRAN, - Wahyu Fitir Rahim.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2652Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
WAHYU FITIR RAHIM_TANPA PEMBAHASAN, - Wahyu Fitir Rahim.pdf

Download (2654Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Dharmapala, yang ditandai dengan dominasi metode konvensional yang pasif dan minimnya keterlibatan aktif peserta didik. Hasil observasi dan angket awal (pretest) menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik berada pada kategori sedang, dengan rata-rata skor 68,28, didukung oleh indikator perasaan senang (2,97), ketertarikan (3,03), keterlibatan (2,82), dan perhatian (2,71), mengindikasikan perlunya inovasi strategis dalam pendekatan pembelajaran untuk membangkitkan antusiasme dan partisipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) terhadap minat belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan melibatkan 29 peserta didik sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar yang divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test untuk menguji signifikansi perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam minat belajar peserta didik, dibuktikan dengan kenaikan rata-rata skor dari 68,28 (pretest) menjadi 89,62 (posttest), yang mengindikasikan pergeseran kategori dari sedang ke tinggi. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penerapan model IOC. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan perhatian, rasa senang, keterlibatan, dan ketertarikan peserta didik melalui dinamika interaksi aktif, rotasi pasangan, dan diskusi terstruktur yang menciptakan suasana pembelajaran yang hidup, inklusif, dan menyenangkan. Dengan demikian, Inside-Outside Circle layak dijadikan alternatif pedagogis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan relevan dikembangkan pada konteks pendidikan lainnya. Kata Kunci: Inside-Outside Circle, Model Pembelajaran, Minat Belajar. This research is motivated by the low interest in learning among students in Social Sciences (IPS) at SMP Dharmapala, characterized by the dominance of conventional, passive teaching methods and minimal active student engagement. Initial observations and preliminary questionnaires (pretest) revealed that students' learning interest was in the moderate category, with an average score of 69.28, supported by indicators of enjoyment (2.97), interest (3.03), involvement (2.82), and attention (2.61), indicating the need for pedagogical innovation to stimulate enthusiasm and participation. The aim of this study is to analyze the effect of the Inside-Outside Circle (IOC) cooperative learning model on the learning interest of eighth-grade students in the Social Sciences (IPS) subject. This research employed a one-group pretest-posttest experimental design involving 29 students as the sample. Data were collected using a validated interest questionnaire and analyzed descriptively and inferentially using a paired sample t-test to examine significant differences before and after the intervention. The results showed a significant improvement in students' learning interest, evidenced by an increase in the average score from 69.28 (pretest) to 89.62 (posttest), shifting the interest level from moderate to high. The statistical test yielded a significance value of less than 0.05, leading to the rejection of the null hypothesis and confirming a positive and significant effect of the IOC model. This model effectively enhanced students’ attention, enjoyment, involvement, and interest through dynamic, structured peer interactions, rotational pairing, and collaborative discussion, creating a lively, inclusive, and enjoyable learning atmosphere. Therefore, the Inside-Outside Circle model is a viable pedagogical alternative for improving the quality of IPS instruction and can be recommended for broader implementation in similar educational contexts. Keywords: Inside-Outside Circle, Learning Model, Learning Interest

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
900 Sejarah dan Geografi
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 28 Jan 2026 12:47
Terakhir diubah: 28 Jan 2026 12:47
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95175

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir