Akbar Rahul Putra , Pamungkas (2025) HUBUNGAN DERAJAT PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN SECTIO CAESAREA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf Download (100Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3822Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (3418Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Preeklampsia berperan sebagai penyebab dari morbiditas dan mortalitas maternal di Indonesia, ditandai oleh peningkatan tekanan darah dan gangguan organ setelah usia kehamilan 20 minggu. Tingkat keparahannya memengaruhi pemilihan metode persalinan, di mana kasus gejala berat umumnya membutuhkan sectio caesarea, sedangkan kasus tanpa gejala berat masih memungkinkan persalinan pervaginam dengan pemantauan ketat. Berdasarkan variasi kondisi klinis tersebut, studi ini dimaksudkan untuk menilai hubungan antara derajat preeklampsia dengan kejadian sectio caesarea di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross- sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien preeklampsia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Sampel penelitian berjumlah 54 ibu hamil yang sesuai dengan ketentuan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat dan bivariat dilakukan memakai uji Chi-Square pada level kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden, sebanyak 31 ibu (57,4%) mengalami preeklampsia dengan gejala berat dan seluruhnya melahirkan melalui sectio caesarea, sedangkan 23 ibu (42,6%) dengan preeklampsia tanpa gejala berat sebagian besar melahirkan secara pervaginam (60,9%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p < 0,001 yang menunjukkan adanya keterkaitan bermakna antara derajat preeklampsia dengan metode persalinan. Selain itu, diperoleh nilai prevalence ratio (PR) sebesar 2,56, yang menunjukkan bahwa ibu dengan preeklampsia gejala berat mempunya peluang sekitar 2,5 kali lebih besar untuk menjalani sectio caesarea dibandingkan ibu preeklampsia tanpa gejala berat. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara derajat preeklampsia dengan sectio caesarea pada ibu hamil di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507572336 Digilib |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 02:37 |
| Terakhir diubah: | 29 Jan 2026 02:37 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95181 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
