NISRINA TRI , ANDANI (2026) ANALISIS PEMIDANAAN ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN TUJUAN EKSPLOITASI SEKSUAL (Studi Putusan Perkara Nomor: 22/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Tjk). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (203Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2693Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2580Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Perdagangan orang (human trafficking) merupakan kejahatan berat yang melanggar hak asasi manusia dan kerap kali melibatkan anak, baik sebagai korban ataupun pelaku. Anak yang menjadi korban tindak pidana ini rentan mengalami trauma fisik dan psikis, baik secara langsung maupun tidak langsung akibat eksploitasi seksual. Namun tidak adanya penjatuhan maksimal terhadap anak pelaku yakni hanya ½ (setengah) ancaman orang dewasa sebagaimana ketentuan Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tidak terciptanya efek jera dan potensi pengulangan tindak pidana. Sehingga, permasalahan tersebut menarik untuk diteliti untuk mengetahui bagaimanakah pemidanaan terhadap anak pelaku tindak pidana perdagangan orang dengan tujuan eksploitasi seksual dan apakah faktor yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anak pelaku tindak pidana perdagangan orang dengan tujuan eksploitasi seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Narasumber yang terlibat dalam penelitian ini adalah Hakim Anak Pengadilan Negeri Tanjung Karang dan Dosen Anak Bagian Hukum Pidana Universitas Lampung. Data primer penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan narasumber. Wawancara memungkinkan peneliti untuk menggali informasi dan perspektif yang mendalam dari para ahli. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemidanaan terhadap anak pelaku tindak pidana perdagangan orang dengan tujuan eksploitasi seksual dalam Putusan Nomor: 22/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Tjk menggunakan teori gabungan antara teori absolut dan teori relatif, pemidanaan terhadap anak dijatuhkan tidak semata-mata sebagai bentuk pembalasan, tetapi juga bertujuan memberikan efek jera, memperbaiki perilaku anak, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mencegah terulangnya tindak pidana serupa; dan (2) Hakim dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk hal-hal yang dapat Nisrina Tri Andani meringankan hukuman terdakwa. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan meliputi: (1) aspek yuridis, yaitu terbuktinya unsur Pasal 76F Jo. 83 Undang-Undang Perlindungan Anak; (2) aspek filosofis, yakni upaya pembinaan dan pemulihan perilaku anak; dan (3) aspek sosiologis, hakim mempertimbangkan usia anak yang masih muda, anak menyesali perbuatannya, bukan tindak pidana pengulangan, latar belakang sosial anak, dan kemanfaatan bagi masyarakat. Saran yang dapat diberikan adalah agar hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap anak pelaku mempertimbangkan jenis kejahatan, dampak perbuatan tersebut terhadap korban yang juga anak, serta menyeimbangkan keadilan, dan pemulihan bagi anak pelaku dan korban. Selain itu, diharapkan orang tua, pemerintah, masyarakat, dan penegak hukum untuk dapat berperan aktif dalam memberikan pengawasan dan penyuluhan yang dapat membimbing anak agar terhindar dari tindakan melanggar hukum. Kata kunci: Pemidanaan, Anak Pelaku, Tindak Pidana Perdagangan Orang, Eksploitasi Seksual
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2507220215 Digilib |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 02:48 |
| Terakhir diubah: | 29 Jan 2026 02:48 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95190 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
