NISRINA ZALFA, FATIN (2026) PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle) TERHADAP Klebsiella pneumoniae SECARA IN VITRO. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf Download (76Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (5Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (5Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Resistensi antibiotik pada bakteri Gram-negatif seperti Klebsiella pneumoniae menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat. Bakteri ini mampu menghasilkan enzim ESBL dan karbapenemase yang menyebabkan tingginya tingkat kegagalan terapi. Kondisi tersebut mendorong perlunya pemanfaatan bahan alami sebagai sumber alternatif antibakteri. Daun kelor (Moringa oleifera) dan daun sirih (Piper betle) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, terpenoid, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelor dan daun sirih terhadap K. pneumoniae secara in vitro. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode difusi cakram untuk mengukur zona hambat serta metode dilusi untuk menentukan MIC dan MBC. Ekstrak diuji pada beberapa konsentrasi dengan tiga kali replikasi untuk setiap kelompok perlakuan. Hasil: Kedua ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap K. pneumoniae, namun ekstrak daun sirih memberikan zona hambat lebih besar dibandingkan daun kelor, mencerminkan kemampuan bakteriostatik yang lebih kuat. Nilai MIC ekstrak daun sirih lebih rendah, sehingga konsentrasi yang lebih kecil sudah mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Uji MBC juga menunjukkan bahwa aktivitas bakteriostatik ekstrak sirih lebih tinggi dibandingkan ekstrak kelor. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kelor dan daun sirih terbukti mampu menghambat pertumbuhan K. pneumoniae, tetapi ekstrak daun sirih menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi pada seluruh parameter pengujian. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun sirih memiliki potensi lebih besar sebagai kandidat antibakteri alami dalam pengembangan alternatif terapi berbasis herbal. Kata Kunci: Antibakteri, daun kelor, daun sirih, Klebsiella pneumoniae, MBC, MIC
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507483151 Digilib |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 08:09 |
| Terakhir diubah: | 30 Jan 2026 08:09 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95255 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
