PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI PELAJAR YANG AKAN MELAKUKAN TAWURAN MEMBAWA SENJATA TAJAM DI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Putusan Nomor: 30/PID.SUS-ANAK/2022/PN TJK)

Dika , Afra As Shiddiqy (2025) PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI PELAJAR YANG AKAN MELAKUKAN TAWURAN MEMBAWA SENJATA TAJAM DI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Putusan Nomor: 30/PID.SUS-ANAK/2022/PN TJK). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
Abstrak fix - Dika Afra.pdf

Download (145Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FIX Dika Afra As Shiddiqy - Dika Afra.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1047Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
Revisi Skripsi Tanpa Bab Pembahasan Dika Afra 1912011326(1) - Dika Afra.pdf

Download (930Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Persoalan tawuran antar pelajar yang disertai dengan penggunaan senjata tajam di lingkungan sekolah merupakan bentuk kekerasan yang semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa para pelajar dan lingkungan sekitarnya, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam aspek penegakan hukum, khususnya terkait pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku sebagaimana yang tertuang dalam Putusan Nomor: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pertanggungjawaban pidana terhadap pelajar yang akan melakukan tawuran membawa senjata tajam di lingkungan sekolah berdasarkan Putusan Nomor: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk dan apakah putusan pengadilan sudah cukup adil secara substantif. Pendekatan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini secara yuridis normatif dan yuridis empiris, narasumber dalam penelitian adalah Hakim Pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Jaksa Pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dan Dosen Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pertanggungjawaban pidana terhadap pelajar yang akan melakukan tawuran membawa senjata tajam di lingkungan sekolah berdasarkan Putusan Nomor: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk, dalam putusan tersebut anak pelaku dapat bertanggungjawab dalam perkara tindak pidana tanpa hak membawa senjata tajam untuk tawuran antar oknum pelajar dikarenakan anak pelaku sudah memenuhi unsur kesalahan, unsur kemampuan bertanggung jawab, unsur niat jahat/sikap batin jahat, unsur ada atau tidak adanya alasan pemaaf serta memenuhi unsur-unsur pidana tanpa hak turut serta memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk. Terpenuhinya unsur- 2 unsur pidana tersebut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang menjatuhkan pidana kepada Dika Afra As Shiddiqy terdakwa anak dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan dan 10 (sepuluh) hari di LPKA kelas II Bandar Lampung di Masgar. (2) Putusan Nomor: 30/Pid.Sus- Anak/2022/Pn Tjk sudah cukup adil secara substantif hal itu terlihat dari terdakwa anak dijatuhkan sanksi pidana penjara selama 2 (dua) bulan dan 10 (sepuluh) hari di LPKA kelas II Bandar Lampung di Masgar. Sanksi yang di putuskan Majelis Hakim tersebut sudah mencerminkan keadilan secara substantif. Majelis Hakim dalam membuat putusan tidak hanya memperhatikan keinginan hakim sendiri namun juga memperhatikan pertimbangan apa yang menjadi keinginan masyarakat termasuk orang tua terdakwa anak itu sendiri. Perbuatan terdakwa anak dianggap sangat meresahkan dan membahayakan bagi orang lain oleh karena itu sanksi yang diberikan kepada terdakwa anak ditujukan sebagai upaya edukatif dan motifatif agar terdakwa anak sebagai pelaku tidak akan mengulangi untuk melakukan perbuatan tersebut lagi mengingat terdakwa anak sedang menempuh pendidikan atau sekolah Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut antara lain: (1) Bagi aparat penegak hukum, hendaknya agar menegakkan hukum seadil-adilnya dalam menghukum seberat-beratnya untuk para oknum pelajar pelaku tawuran agar menimbulkan efek jera dan sebagai pembelajaran bagi anak yang lain supaya tidak ikut serta melakukan tawuran sehingga angka kekerasan yang di timbulkan dari tawuran antar oknum pelajar anak dapat berkurang atau bahkan hilang di suatu hari nanti. (2) Bagi orang tua, hendaknya para orang tua untuk dapat lebih memperhatikan dan memberikan pengajaran tentang bahayanya membawa senjata tajam tanpa hak dan memperhatikan lingkungan bergaul anak agar orang tua dapat memproteksi anaknya dari hal-hal yang bersifat melawan hukum seperti ikut serta dalam kegiatan tawuran antar pelajar Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Pelajar, Tawuran, Senjata Tajam The issue of student brawls involving the use of sharp weapons within school environments represents an increasingly alarming form of violence. It not only endangers the lives of students and those in the surrounding community but also presents serious challenges in the realm of law enforcement—particularly regarding criminal liability for minors as perpetrators, as reflected in Court Decision Number: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk. This study aims to address two main problems: how criminal liability is applied to students intending to engage in violent clashes while carrying sharp weapons in school areas, based on Decision Number: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk, and whether the court's ruling was substantively fair. The problem approach that will be used in this research is normative legal and empirical legal, the sources in the research are Judges at the Tanjung Karang District Court,Prosecutor OnBandar Lampung District Attorney and Lecturer in Criminal Law, Faculty of Law, University of Lampung. The results of the study show that: (1) (1) Criminal liability for students who intend to engage in brawls while carrying sharp weapons in school environments, based on Decision Number: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk, shows that the child of ender can be held criminally responsible for the of ense of unlawfully carrying sharp weapons for the purpose of participating in student brawls. This is because the child of ender fulfilled the elements of culpability, the capacity to be held accountable, malicious intent (mens rea), the presence or absence of justifying or excusing circumstances, and the elements of the criminal of ense of unlawfully participating in importing, manufacturing, receiving, attempting to acquire, delivering or attempting to deliver, possessing, carrying, stocking, storing, transporting, concealing, using, or exporting from Indonesia any blunt, stabbing, or piercing weapon. Given that these elements were fulfilled, the Panel of Judges at the Tanjung Karang District Court sentenced the child defendant to 2 (two) months and 10 (ten) days imprisonment at the Class II Juvenile Correctional 4 Institution (LPKA) in Bandar Lampung, Masgar. (2) Decision Number: 30/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Tjk is Dika Afra As Shiddiqy considered substantively fair. This is evident from the fact that the child of ender was sentenced to 2 (two) months and 10 (ten) days of imprisonment at Class II LPKA (Child Special Guidance Institution) in Bandar Lampung, located in Masgar. The sentence imposed by the Panel of Judges reflects substantive justice. In delivering the verdict, the Panel of Judges did not solely consider their own judgment but also took into account the interests and concerns of the community, including the parents of the child of ender. The child’s actions were deemed highly disturbing and dangerous to others. Therefore, the sanction imposed on the child of ender was intended as an educational and motivational ef ort, so that the of ender would not repeat such actions in the future, especially considering that the child is currently pursuing education or attending school. The suggestions in this study are as follows, among others: (1) For law enforcement of icers, they should enforce the law as fairly as possible in punishing the students who commit brawls as severely as possible in order to create a deterrent ef ect and as a lesson for other children so that they do not participate in brawls so that the number of violent incidents caused by brawls between students can be reduced or even disappear one day. (2) For parents, parents should be able to pay more attention and provide education about the dangers of carrying sharp weapons without permission and pay attention to the environment in which children socialize so that parents can protect their children from things that are against the law such as participating in brawls between students. Keywords: Criminal Liability, Students, Brawls, Sharp Weapons

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 29 Jan 2026 07:32
Terakhir diubah: 29 Jan 2026 07:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95256

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir