NILAI ESTETIKA BUSANA DAN PROPERTI DALAM TARI SETIAKH DI DESA KURIPAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

FEBRY , PRASETYO (2025) NILAI ESTETIKA BUSANA DAN PROPERTI DALAM TARI SETIAKH DI DESA KURIPAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK... - Febry Prasetyo.pdf

Download (11Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL - Febry Prasetyo.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2161Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN - Febry Prasetyo.pdf

Download (1374Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini mendeskripsikan tentang nilai estetika busana dan properti tari Setiakh di desa Kuripan Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskritif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer berupa wawancara dengan pencipta tari Setiakh yaitu bapak Herman dan tokoh adat yaitu Aden Yogha Pramana. Sumber data sekunder berupa dokumentasi busana dan properti tari Setiakh. Teori yang digunakan adalah teori estetika oleh R.G Collingwood dengan menggunakan penjelasan Djelantik mengenai 3 unsur penting membentuk sebuah estetika karya seni: 1. keutuhan dan kebersatuan (unity), 2. penonjolan atau penekanan (dominance), 3. Keseimbangan (balance). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Busana dan properti yang memiliki nilai estetika dan unsur estetika, unsur keutuhan terdapat pada Baju Kurung dan Setiakh, unsur penonjolan atau penekanan terdapat pada selendang putih, selendang tapis dan Setiakh, sedangkan unsur keseimbangan terdapat pada Injang Maju, ikat pinggang atau bulu sertei, gaharu dan Belasuhan. Kata Kunci: nilai estetika, tari Setiakh, kuripan. This study describes the aesthetic value of Setiakh dance costumes and props in the village of Kuripan, South Lampung Regency. The researcher used a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Primary data sources include interviews with the creator of the Setiakh dance, Mr. Herman, and the traditional leader, Aden Yogha Pramana. Secondary data sources included documentation of Setiakh dance costumes and props. The theory used was R.G. Collingwood's aesthetic theory, with Djelantik's explanation of the three key elements forming the aesthetics of an artistic work: 1. unity and coherence, 2. emphasis or dominance, 3. balance. The results of this study indicate that the costumes and props possess aesthetic value and aesthetic elements. The element of unity is present in the Baju Kurung and Setiakh, the element of prominence or emphasis is present in the white scarf, tapis scarf, and Setiakh, while the element of balance is present in the Injang Maju, waistband or sertei feathers, agarwood, and Belasuhan. Keywords: aesthetic value, Setiakh dance, Kuripan.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
700 Seni, seni rupa, kesenian
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Seni Drama, dan Tari
Pengguna Deposit: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 29 Jan 2026 08:26
Terakhir diubah: 29 Jan 2026 08:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95282

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir