ANALISIS HIDROLOGI DAN PENYEBAB BANJIR DI KAWASAN PERTANIAN UNGGULAN DESA TRIMOMUKTI KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN (Studi Kasus)

Hamzah, . (2026) ANALISIS HIDROLOGI DAN PENYEBAB BANJIR DI KAWASAN PERTANIAN UNGGULAN DESA TRIMOMUKTI KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN (Studi Kasus). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (117Kb) | Preview
[img] File PDF
Tesis Hamzah_RPL_FT_Unila_2026_Tanpa Lampiran.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
Tesis Hamzah_RPL_FT_Unila_2026_Tanpa Pembahasan.pdf

Download (3219Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Desa Trimomukti yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, merupakan daerah subur yang menjadi andalan Pemerintah Lampung Selatan, sebagai daerah penghasil padi paritas premium, yang telah dicanangkan sebagai kawasan Pertanian Persawahan Unggul dan telah ditetapkan sebagai Pilot Projekt Pertanian Cerdas (Smart Farming zone) luas area 1019 ha. Luas area persawahan produktif di Desa Trimomukti sebanyak 1300 Ha, yang dikelompokkan menjadi area 1 (zona 1) mencakup luas area persawahan ± 281 Ha, dan area 2 (zona 2) mencakup luas area sawah, ± 1019 ha. Permasalahan yang dihadapi pada area persawahan adalah sering terjadi banjir pada musim hujan yang merendam sawah hingga ketinggian 50-70 cm sehingga merusak seluruh tanaman dan pada musim kemarau mengalami kekurangan air sehingga tidak bisa menanam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab banjir di Kawasan tersebut. Beberapa metode yang dipakai antara lain Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Snyder, HSS Nakayasu, HSS Gama I. Dalam studi ini yang digunakan HSS Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curah hujan maksimun dikawasan tersebut sebesar 118,33 mm. Kebutuhan air untuk pertanian mencukupi untuk kebutuhan sawah di Desa Trimomukti. Penyebab banjir bukan karena curah hujan yang tinggi namun karena kiriman air dari hulu Sungai Way Ketibung yang memasuki areal pertanian. Kondisi ini diperparah dengan saluran air pembuangan dipenuhi tumbuhan eceng gondok dan banyak sedimen serta tidak ada lagi pintu pengendali air saluran sehingga air dari sungai menggenangi kawasan pertanian. Alternatif solusi menangani masalah adalah dengan penataan sistem aliran serta pemanfaatan bangunan penampung air seperti long storage dan chackdam yang bisa berfungsi sebagai pengendali banjir pada musim hujan sekaligus sebagai penyedia cadangan air irigasi pada musim kemarau. Kata kunci: hidrologi, banjir, saluran air, pintu air, long storage, checkdam

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S2-Magister Teknik Sipil
Pengguna Deposit: 2507330765 Digilib
Date Deposited: 03 Feb 2026 01:55
Terakhir diubah: 03 Feb 2026 01:55
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95476

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir