FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA INFEKSI SALURAN KEMIH NOSOKOMIAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024

Nisrina Talida, Hasan (2026) FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA INFEKSI SALURAN KEMIH NOSOKOMIAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (77Kb) | Preview
[img] File PDF
FULL SKRIPSI.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2180Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2020Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) nosokomial merupakan salah satu infeksi terkait pelayanan kesehatan yang sering terjadi pada pasien rawat inap dan dapat meningkatkan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya ISK nosokomial, antara lain pemasangan kateter urin, lama rawat inap, dan penyakit komorbid. Namun, data lokal mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISK nosokomial di Kota Bandar Lampung masih terbatas. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 79 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dan Fisher’s Exact Test untuk menilai hubungan antara usia, jenis kelamin, pemasangan kateter, lama rawat inap, serta penyakit komorbid dengan kejadian ISK nosokomial. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% pasien mengalami ISK nosokomial. Tidak terdapat hubungan yang bermakna lama rawat inap (p = 0,152) dengan kejadian ISK nosokomial. Sebaliknya, terdapat hubungan yang bermakna antara pemasangan kateter (p = 0,002) dan penyakit komorbid (p = 0,002) dengan kejadian ISK nosokomial. Pasien dengan durasi pemasangan kateter ≥48 jam serta pasien dengan penyakit komorbid memiliki prevalensi ISK nosokomial yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan: Pemasangan kateter dan penyakit komorbid merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISK nosokomial pada pasien rawat inap, sedangkan lama rawat inap tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Upaya pencegahan ISK nosokomial perlu difokuskan pada pengendalian penggunaan kateter dan pemantauan ketat pada pasien dengan penyakit komorbid. Kata Kunci: infeksi Kateter, komorbid, nosokomial, risiko

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507074273 Digilib
Date Deposited: 03 Feb 2026 05:11
Terakhir diubah: 03 Feb 2026 05:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95520

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir