FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HBA1C PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2025

Nistita, Abighail (2026) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HBA1C PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2025. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (84Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2551Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2253Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian glikemik optimal untuk mencegah komplikasi, dengan kadar HbA1c sebagai indikator kontrol glikemik jangka panjang. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh faktor perilaku dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis di fasilitas kesehatan Provinsi Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 118 penderita diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik (IPAQ-SF), pola makan, pengetahuan (DKQ-24), kepatuhan penggunaan obat (MMAS-8), serta data kadar HbA1c dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kadar HbA1c kategori buruk (50,8%). Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik (p=0,016), pola makan (p<0,001), dan kepatuhan penggunaan obat (p=0,037) dengan kadar HbA1c. Sementara itu, tingkat pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar HbA1c (p=0,444). Kesimpulan: Aktivitas fisik, pola makan, dan kepatuhan penggunaan obat berhubungan signifikan dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe 2 peserta Prolanis. Pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kontrol glikemik. Diperlukan pendekatan komprehensif dalam pelaksanaan Prolanis yang menitikberatkan pada perubahan perilaku dan gaya hidup pasien. Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, HbA1c, aktivitas fisik, pola makan, kepatuhan penggunaan obat, Prolanis

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507019311 Digilib
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:21
Terakhir diubah: 03 Feb 2026 08:21
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95547

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir