REIMMA EMILY, RACHMAN (2026) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES MELITUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK (ABSTRACT).pdf Download (129Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4004Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2484Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Diabetes melitus menyebabkan hiperglikemia kronik yang meningkatkan stres oksidatif dan dapat menimbulkan kerusakan hepar. Daun binahong (Anredera cordifolia) mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi memberikan efek hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun binahong serta peningkatan dosisnya terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih jantan model diabetes melitus yang diinduksi aloksan. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol normal (KN), kontrol negatif K(-) yang diinduksi aloksan, serta kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 yang diinduksi aloksan dan diberi ekstrak etanol 70% daun binahong dengan dosis 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB. Penilaian histopatologi hepar dilakukan menggunakan Skor Manja Roenigk pada zona perivenular (zona 3). Data dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan Post-Hoc Tukey’s HSD. Hasil: Rerata skor kerusakan hepar pada kelompok KN sebesar 1,076; K(-) sebesar 1,796; P1 sebesar 1,364; P2 sebesar 1,250; dan P3 sebesar 1,136. Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p < 0,05), kecuali antara kelompok KN dan P3 (p > 0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol 70% daun binahong berpengaruh dalam memperbaiki gambaran histopatologi hepar tikus putih jantan model diabetes melitus yang diinduksi aloksan. Peningkatan dosis ekstrak menunjukkan kecenderungan efek hepatoprotektif yang lebih baik, dengan dosis 100 mg/kgBB memberikan hasil paling optimal. Kata Kunci: aloksan, Anredera cordifolia, binahong, diabetes melitus, histopatologi hepar
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507488973 Digilib |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 07:02 |
| Terakhir diubah: | 05 Feb 2026 07:02 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95738 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
