ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP ANAK PELAKU PENCURIAN (Studi Pada Wilayah Polresta Bandar Lampung)

RASSYA , RAMADHANIA (2026) ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP ANAK PELAKU PENCURIAN (Studi Pada Wilayah Polresta Bandar Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (1406Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3073Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (3074Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Fenomena meningkatnya keterlibatan anak dalam tindak pidana pencurian menjadi persoalan sosial dan hukum yang serius di Indonesia. Anak yang seharusnya dalam tahap tumbuh kembang justru terjerumus ke perilaku menyimpang akibat faktor ekonomi, keluarga, lingkungan, dan pendidikan. Walaupun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menekankan pendekatan keadilan restoratif, kenyataannya praktik di lapangan masih cenderung bersifat represif dengan orientasi hukuman. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi, faktor-faktor apa yang menyebabkan anak melakukan tindak pidana pencurian, dan bagaimana upaya penanggulangan yang dilakukan terhadap anak pelaku pencurian dalam perspektif kriminologi dan hukum pidana anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan dukungan data empiris melalui wawancara terhadap dosen hukum dan aparat kepolisian. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan secara kualitatif-deskriptif menggunakan teori kriminologi seperti Teori Diferensial Asosiasi, Teori Kontrol Sosial, dan Teori Labeling untuk memahami faktor penyebab dan dinamika perilaku anak sebagai pelaku tindak pidana pencurian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab dominan anak melakukan pencurian, disusul oleh faktor pendidikan yang rendah, pola asuh keluarga yang buruk, serta lingkungan sosial yang permisif terhadap perilaku menyimpang. Anak yang hidup dalam kondisi sosial-ekonomi lemah dan kurang pengawasan lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif. Selain itu, pemberian stigma atau label buruk dari masyarakat justru memperkuat perilaku menyimpang pada anak. Dalam upaya penanggulangannya, pendekatan hukum yang menitikberatkan pada pemidanaan terbukti kurang efektif, sedangkan penerapan prinsip keadilan restoratif dan diversi terbukti lebih humanis serta mendukung reintegrasi sosial anak. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar penanggulangan pencurian yang dilakukan anak dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Upaya penal memang tetap diperlukan, tetapi harus diimbangi dengan upaya non-penal seperti pendidikan, pembinaan moral, serta penguatan kontrol sosial di lingkungan anak. Selain itu, penerapan diversi dan restorative justice perlu diperluas agar anak tidak selalu berakhir di lembaga pembinaan khusus, melainkan mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat secara wajar. Dengan demikian, sistem peradilan pidana anak dapat lebih sejalan dengan prinsip perlindungan anak dan pencegahan kejahatan secara berkelanjutan. Kata Kunci : Anak, Pelaku Pencurian, Kriminologi. The phenomenon of increasing child involvement in criminal acts of theft has become a serious social and legal issue in Indonesia. Children who should be in their developmental stage are instead falling into deviant behavior due to economic, family, environmental, and educational factors. Although Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System emphasizes a restorative justice approach, the reality in practice still tends to be repressive with a punishment-oriented approach. Based on this background, the research problems include: what factors cause children to commit theft, and what prevention efforts are made toward child perpetrators of theft from the perspectives of criminology and juvenile criminal law. This study employs a normative juridical approach supported by empirical data through interviews with law lecturers and police officers. Data sources consist of primary and secondary data, with data collection techniques through literature review and in-depth interviews. Analysis was conducted qualitatively-descriptively using criminological theories such as Differential Association Theory, Social Control Theory, and Labeling Theory to understand the causal factors and dynamics of children's behavior as perpetrators of theft. The research findings indicate that economic factors are the dominant cause of children committing theft, followed by low education, poor family parenting patterns, and social environments that are permissive toward deviant behavior. Children living in weak socio-economic conditions with inadequate supervision are more easily influenced by negative associations. Additionally, the imposition of stigma or negative labels by society actually reinforces deviant behavior in children. In terms of prevention efforts, legal approaches focused on punishment have proven less effective, while the application of restorative justice and diversion principles have proven more humane and supportive of children's social reintegration. Based on these findings, this study recommends that prevention of theft committed by children be carried out comprehensively by involving the roles of family, school, community, and law enforcement officers. Penal measures are still necessary, but must be balanced with non-penal measures such as education, moral guidance, and strengthening social control in children's environments. Furthermore, the application of diversion and restorative justice needs to be expanded so that children do not always end up in special correctional institutions, but rather have opportunities to reform themselves and return to society normally. Thus, the juvenile criminal justice system can be more aligned with the principles of child protection and sustainable crime prevention. Keywords: Children, Perpetrators of Theft, Criminology.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2507048417 Digilib
Date Deposited: 06 Feb 2026 04:29
Terakhir diubah: 06 Feb 2026 04:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95809

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir