Latifah Nurul, Hidayah (2026) HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN TONSILITIS KRONIK PADA PASIEN ANAK USIA 5 – 14 TAHUN DI RS ADVENT BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK.pdf Download (548Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2931Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (2678Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Tonsilitis kronik merupakan salah satu masalah THT yang paling sering ditemukan pada anak dan dapat menimbulkan keluhan berulang, gangguan tidur, penurunan nafsu makan, serta hambatan pertumbuhan. Status gizi diduga berperan dalam memengaruhi kerentanan anak terhadap infeksi tonsil, namun bukti pada tingkat fasilitas kesehatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan usia dengan kejadian tonsilitis kronik pada anak. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis pasien anak usia 5–14 tahun di RS Advent Bandar Lampung tahun 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Status gizi dinilai berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U), sedangkan diagnosis tonsilitis kronik ditegakkan oleh dokter spesialis THT pada rekam medik. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan karakteristik responden, dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 78 anak memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 44 anak (56,4%) dengan tonsilitis kronik dan 34 anak (43,6%) tanpa tonsilitis kronik. Distribusi status gizi menunjukkan 33 anak (42,3%) gizi kurang, 23 anak (29,5%) gizi normal, dan 22 anak (28,2%) gizi lebih. Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian tonsilitis kronik (p=0,019), di mana proporsi tertinggi tonsilitis kronik ditemukan pada kelompok gizi kurang. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian tonsilitis kronik (p=0,522). Kesimpulan: Status gizi berhubungan secara signifikan dengan kejadian tonsilitis kronik pada anak usia 5–14 tahun, sedangkan usia tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kata Kunci: Anak usia sekolah, gizi kurang, penyakit THT, status gizi, tonsilitis kronik
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507684577 Digilib |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 07:11 |
| Terakhir diubah: | 06 Feb 2026 07:11 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95822 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
