OPTIMALISASI DOSIS EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH DAN KERUSAKAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Dedi, Perangin Angin (2026) OPTIMALISASI DOSIS EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH DAN KERUSAKAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
Text (Abstrak )
Skripsi Dedi Perangin Angin _Abstrak.pdf

Download (478kB) | Preview
[img] Text (Skripsi Full Tanpa Lampiran )
Skripsi Dedi Perangin Angin _Full Tanpa Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Skripsi Tanpa Bab Pembahasan )
Skripsi Dedi Perangin Angin _Bab 1 - 3.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi meningkatnya kadar glukosa darah yang berlangsung kronis dan dapat menimbulkan kerusakan pada organ penting, termasuk hati. Aloksan merupakan agen diabetogenik yang bekerja dengan merusak sel β pankreas melalui mekanisme stres oksidatif dan sering digunakan untuk membentuk model diabetes pada hewan uji. Daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antihiperglikemik, serta hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta menentukan dosis optimal ekstrak etanol daun salam terhadap penurunan kadar glukosa darah dan perbaikan gambaran histopatologi hati mencit yang diinduksi aloksan.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan mencit jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Induksi hiperglikemia dilakukan dengan pemberian aloksan dosis 150 mg/gBB secara intraperitoneal. Ekstrak etanol daun salam diberikan secara oral selama 14 hari dengan dosis 150 mg/gBB, 250 mg/gBB, dan 350 mg/gBB. Parameter yang diamati meliputi kadar glukosa darah serta gambaran histopatologi hati menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Data dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA, uji Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol aloksan mengalami peningkatan kadar glukosa darah yang signifikan disertai kerusakan jaringan hati berupa degenerasi sel, nekrosis sel, dan sel radang. Pemberian ekstrak etanol daun salam menunjukkan perbaikan pada semua dosis. Dosis 150 mg/gBB menurunkan kadar glukosa darah dengan perbaikan histopatologi yang masih terbatas, sedangkan dosis 250 mg/gBB menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar disertai perbaikan struktur hepatosit yang lebih jelas. Dosis 350 mg/gBB memberikan efek paling optimal, ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah yang paling signifikan (p < 0,05) serta struktur jaringan hati yang mendekati normal dengan minimal degenerasi sel, sel radang, dan nekrosis sel, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen antihiperglikemik dan hepatoprotektif berbasis bahan alam. Kata kunci: Daun salam, glukosa darah, histopatologi hati, Mus musculus.

Item Type: Other
Subjects: ?? 570 ??
Divisions: ?? biologi_terapan ??
Depositing User: 2507078016 Digilib
Date Deposited: 09 Feb 2026 07:17
Last Modified: 09 Feb 2026 07:17
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95928

Actions (login required)

View Item View Item