TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI ATAS PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA RESELLER DAN PEMILIK GLAM SHINE COSMETICS (Studi Putusan Nomor 151/Pdt.G/2023/PN Tjk)

Indira , Shifa Ardianti (2026) TINJAUAN YURIDIS WANPRESTASI ATAS PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA RESELLER DAN PEMILIK GLAM SHINE COSMETICS (Studi Putusan Nomor 151/Pdt.G/2023/PN Tjk). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (726Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRPISI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2182Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2181Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Industri kecantikan di Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi), jumlah pelaku usaha meningkat dari 819 pada tahun 2021 menjadi 1.039 pada tahun 2023. Perkembangan ini mendorong lahirnya berbagai merek lokal, salah satunya Glam Shine Cosmetics, yang dalam distribusinya bekerja sama dengan reseller melalui perjanjian. Namun, dalam praktiknya sering terjadi pelanggaran perjanjian yang menimbulkan sengketa wanprestasi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah dasar pertimbangan hakim dan akibat hukum wanprestasi yang ditimbulkan oleh reseller produk Glam Shine Cosmetics pada Putusan Nomor 151/Pdt.G/2023/PN Tjk. Jenis penelitian ini ialah penelitian normatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan masalah menggunakan Judicial Case Study dan pendekatan perundang-undangan. Data dan sumber data yang digunakan ialah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data terdiri dari studi kepustakaan dan studi dokumen. Metode pengolahan yang digunakan meliputi Pemeriksaan Data, Klasifikasi, dan Verifikasi. Pada penelitian skripsi ini analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim berlandaskan pada teori dan asas-asas perjanjian yang diterapkan secara proporsional dan adil. Berdasarkan Pasal 1238 dan Pasal 1243 KUH Perdata, hakim menilai tergugat lalai memenuhi prestasi dan wajib bertanggung jawab secara hukum. Tergugat terbukti melakukan wanprestasi karena melanggar Perjanjian Kerja Sama Nomor 003/PKS/DS/III/2023, hanya membayar sebagian kewajiban, dan masih berutang Rp625.494.000,00. Akibat hukumnya adalah penetapan tergugat melakukan wanprestasi serta lahirnya hak bagi pihak yang dirugikan untuk menuntut ganti rugi, baik atas kerugian nyata maupun keuntungan yang tidak terwujud. Kata Kunci: Glam Shine Cosmetics, Perjanjian Kerjasama, Wanprestasi. The beauty industry in Indonesia has experienced rapid growth in recent years. Based on data from the Indonesian Cosmetics Companies Association (Perkosmi), the number of business actors increased from 819 in 2021 to 1,039 in 2023. This development has encouraged the emergence of various local brands, one of which is Glam Shine Cosmetics, which cooperates with resellers in its distribution through contractual agreements. However, in practice, breaches of contract frequently occur, giving rise to disputes related to default (wanprestasi). The research problem in this study concerns the basis of the judge’s legal considerations and the legal consequences of default committed by a reseller of Glam Shine Cosmetics products as reflected in Decision Number 151/Pdt.G/2023/PN Tjk. This research is a normative legal study with a descriptive research type. The approach employed includes a judicial case study approach and a statutory approach. The data and sources of data used are secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection methods include library research and document study. The data processing methods applied comprise data examination, classification, and verification. The analysis used in this undergraduate thesis is qualitative analysis. The results of the research and discussion indicate that the judge’s legal considerations are based on contractual theories and principles applied in a proportional and fair manner. Based on Article 1238 and Article 1243 of the Indonesian Civil Code, the judge found that the defendant had failed to perform his obligations and was therefore legally liable. The defendant was proven to have committed a default by breaching the Cooperation Agreement Number 003/PKS/DS/III/2023, fulfilling only part of the contractual obligations, and still owing an amount of Rp625,494,000.00. The legal consequences include the formal determination that the defendant committed a default and the emergence of the injured party’s right to claim compensation, both for actual losses and for unrealized profits. Keywords: Glam Shine Cosmetics, Agreement, Default.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2308675907 . Digilib
Date Deposited: 11 Feb 2026 02:35
Terakhir diubah: 11 Feb 2026 02:35
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96076

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir