PERAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TAWURAN REMAJA YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Studi Kasus Pada Polresta Bandar Lampung)

MULYA , NATANAEL PARASIAN (2026) PERAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TAWURAN REMAJA YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Studi Kasus Pada Polresta Bandar Lampung). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (207Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1464Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1424Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tawuran remaja merupakan salah satu perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja (juvenile deliquency), tawuran sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, karena peristiwa tawuran terjadi hampir di setiap daerah. Tawuran sudah menjadi budaya turun temurun pada remaja, tidak sedikit tawuran yang melibatkan remaja mengakibatkan kematian. Tawuran remaja dapat disebabkan oleh faktor internal dari dalam diri remaja para remaja yang melakukan tawuran dan faktor eksternal para remaja pelaku tawuran remaja. Faktor internal dari dalam diri remaja berupa faktor-faktor psikologis seperti krisis identitas, kontrol diri yang lemah dan ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang kompleks. Faktor eksternal dari luar diri remaja pelaku tawuran yang disebabkan oleh faktor keluarga, faktor sekolah/pendidikan, faktor lingkungan dan faktor media sosial. Sehingga perlu ada peran Kepolisian dalam penanggulangan tawuran remaja yang mengakibatkan kematian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peran kepolisian dalam penanggulangan tawuran remaja yang mengakibatkan kematian (Studi Kasus Pada Polresta Bandar Lampung, (2) Apakah faktor-faktor penghambat kepolisian dalam menanggulangi tawuran remaja yang mengakibatkan kematian (Studi Kasus Pada Polresta Bandar Lampung). Metode Penelitian yang digunakan yakni secara yuridis normatif dan yuridis empiris. Adapun jenis dan sumber data yang terdiri dari data primer yang bersumber dari lapangan, berupa hasil wawancara dengan narasumber-narasumber yaitu Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Satreskrim Polresta Bandar Lampung, dosen bagian pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung, data sekunder yang bersumber dari kepustakaan, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan metode identifikasi, klasifikasi dan sistematika data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Peran Normatif, Secara normatif Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung bekerja dengan berpedoman dengan perundang-undangan yang berlaku, yakni Peraturan Kapolri No. 10 Tahun 2007 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perempuan dan Anak dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. 2. Peran Faktual, Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah tentang dampak bahaya dan sanksi pidana terhadap pelaku tawuran, melakukan patroli kamtibmas dan patroli siber di sosial media, dan membentuk Satgas Retina bersama pemerintah kota Bandar Lampung. 3. Peran Ideal, yang seharusnya dilakukan atau dimiliki Unit PPA dalam menanggulangi tawuran remaja adalah dengan memposisikan dirinya sebagai garda terdepan dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di masyarakat. Sedangkan faktor penghambat Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung dalam penanggulangan tawuran remaja di Bandar Lampung adalah Pertama, faktor budaya hukum karena tawuran remaja sudah menjadi tradisi turuntemurun. Kedua, faktor masyarakat yang memiliki sifat individualis dan tidak peduli terhadap kejadian-kejadian di lingkungan mereka. Ketiga, faktor media sosial yang memberikan tontonan yang mempengaruhi remaja. Saran dalam penelitian ini adalah Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung harus lebih tanggap dalam menanggapi laporan masyarakat dan meningkatkan program-program pembinaan dan pembentukan karakter remaja dan juga meningkatkan pencegahan terjadinya kejahatan tawuran remaja dan masyarakat harus lebih berperan aktif dalam setiap peristiwa di lingkungan mereka dan selalu mengontrol kegiatan dan penggunaan media sosial anak di dalam maupun di luar rumah. Kata Kunci: Kepolisian, Penanggulangan, Tawuran, Remaja.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2308394821 . Digilib
Date Deposited: 11 Feb 2026 06:40
Terakhir diubah: 11 Feb 2026 06:40
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96135

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir