UPAYA PENANGGULANGAN KEJAHATAN PREMANISME DENGAN MODUS PARKIR LIAR (Studi Kasus di Polresta Bandar Lampung)

Agri Natasia , Br Perangin-Angin (2026) UPAYA PENANGGULANGAN KEJAHATAN PREMANISME DENGAN MODUS PARKIR LIAR (Studi Kasus di Polresta Bandar Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (124Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1327Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1171Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Parkir liar merupakan salah satu bentuk kejahatan premanisme berupa pungutan tanpa izin dan penguasaan lahan secara tidak resmi. Praktik tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berdampak pada hilangnya potensi pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan yang serius dari aparat penegak hukum. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya penanggulangan kejahatan premanisme dengan modus parkir liar dan faktor-faktor apa sajakah yang menjadi penghambat aparat penegak hukum dalam menanggulangi kejahatan premanisme dengan modus parkir liar. Pendekatan masalah yang digunakan adalah yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Narasumber penelitian terdiri dari anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Kasi Pengamanan Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bandar Lampung, Pelaku Parkir Liar dan akademisi Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung.Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan, selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori upaya penanggulangan kejahatan dan teori penghambat penanggulangan kejahatan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka diperoleh keimpulan mengenai upaya kepolisian terhadap penanggulangan kejahatan premanisme dengan modus parkir liar yang dilakukan mulai dari penyuluhan hukum dan pembinaan masyarakat (pre-emptif), patroli rutin dan operasi gabungan lintas instansi (preventif), hingga penindakan terhadap pelaku yang memenuhi unsur pidana sesuai Pasal 368 dan 351 KUHP (represif). Faktor-faktor penghambat adalah Penegak hukum yang dinilai masih belum berkoordinasi dengan baik dalam pembagian tugas dan penyebaran informasi terkait titik titik parkir liar dilakukan sehingga penertibannya sedikit terkendala, faktor sarana dan fasilitas yang belum lengkap yaitu belum tersedianya CCTV di banyak titik untuk mempermudah pengawasan,faktor masyarakat yang kurang kesadaran dan kepedulian dalam penanggulangan kejahatan premanisme dengan modus parkir liar dan faktor budaya yang belum sadar akan pentingnya penegakan hukum. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya pemerintah daerah melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perparkiran, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mengembangkan program pelatihan bagi juru parkir liar agar dapat bekerja secara legal. Perlu adanya pengaturan tegas akan sanksi pelaku parkir liar sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku, serta peningkatan fasilitas yang memadai dalam pengawasan berbagai daerah yang menjadi titik rawan parkir liar. Kata Kunci: Upaya Penanggulangan, Premanisme, Parkir Liar Illegal parking is a form of thuggery involving unauthorized fees and unofficial land control. This practice not only disturbs public order, but also impacts the loss of potential local revenue from parking fees. This situation highlights the need for serious action by law enforcement agencies. In response to this crime, the Bandar Lampung Police have taken preemptive, preventive, and repressive measures. The research questions in this study are: how to combat thuggery in the form of illegal parking, and what factors hinder law enforcement agencies in combating thuggery in the form of illegal parking. The approaches used are normative juridical and empirical juridical. The research sources consist of members of the Bandar Lampung Police Criminal Investigation Unit, the Head of the Bandar Lampung City Transportation Agency Parking Division, the Head of Security for Public Order at the Bandar Lampung Public Order Agency, illegal parking perpetrators, and criminal law academics from the Faculty of Law at the University of Lampung. Data collection was carried out through literature study and field study, and the data was then analyzed qualitatively. The theories used in this thesis are the theory of crime prevention efforts and the theory of crime prevention barriers. Based on the research and discussions that have been conducted, conclusions have been drawn regarding police efforts to combat thuggery in the form of illegal parking, ranging from legal education and community guidance (pre-emptive), routine patrols and joint operations across agencies (preventive), to taking action against perpetrators who meet the criminal elements under Articles 368 and 351 of the Criminal Code (repressive). The inhibiting factors are law enforcement officers who are considered to still not coordinate well in the division of tasks and dissemination of information related to illegal parking spots, so that enforcement is slightly hampered, incomplete facilities and infrastructure, namely the lack of CCTV cameras at many locations to facilitate surveillance, a lack of public awareness and concern regarding the prevention of thuggery in the form of illegal parking, and a cultural lack of awareness regarding the importance of law enforcement. The recommendations in this study are the need for the local government to revise Regional Regulation No. 10 of 2017 concerning Parking Management, strengthen inter-agency coordination, and develop training programs for illegal parking attendants so that they can work legally. There needs to be strict regulation of sanctions for illegal parking offenders to create a deterrent effect, as well as an increase in adequate facilities for monitoring various areas that are prone to illegal parking. Keywords: Mitigation Efforts, Thuggery, Illegal Parking

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602212781 Digilib
Date Deposited: 13 Feb 2026 08:02
Terakhir diubah: 13 Feb 2026 08:02
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96366

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir