ANALISIS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN AGAMA TERHADAP PENOLAKAN GUGATAN PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ADANYA ANCAMAN (Studi Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk)

BUNGA , RAHMA (2026) ANALISIS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN AGAMA TERHADAP PENOLAKAN GUGATAN PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ADANYA ANCAMAN (Studi Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (29Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1772Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1661Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Perkawinan idealnya dilaksanakan atas dasar keikhlasan dan kerelaan antara kedua pasangan suami istri, tetapi pada kenyatannya dalam kehidupan masyarakat masih terjadi perkawinan karena adanya ancaman, sehingga salah satu pihak mengajukan gugatan pembatalan perkawinan kepada Pengadilan Agama. Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pertimbangan hakim terhadap penolakan gugatan pembatalan perkawinan karena adanya ancaman pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk? (2) Bagaimanakah akibat hukum terhadap penolakan gugatan pembatalan perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif dengan tipe deskriptif. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Analisis data menggunakan analisis kualitatif untuk mendapatkan simpulan sesuai permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pertimbangan hakim terhadap penolakan gugatan pembatalan perkawinan karena adanya ancaman pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk didasarkan pada duduk perkara dan fakta hukum bahwa pernikahan antara Penggugat dan Tergugat tergugat tidak terjadi karena ancaman dari pihak manapun. Penggugat menerima lamaran dari Tergugat, menerima uang seserahan dan mas kawin serta menyepakati dilaksanakannya perkawinan, sehingga tidak terdapat alasan bagi Majelis Hakim untuk membatalkan perkawinan antara Penggugat dan Tergugat. (2) Akibat hukum terhadap penolakan gugatan pembatalan perkawinan pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Karang Nomor: 1109/Pdt.G/2023/ PA.Tnk terhadap hubungan suami istri adalah hubungan perkawinan antara Penggugat dan Tergugat tetap sah secara hukum agama dan negara. Akibat hukum terhadap anak belum terjadi karena perkawinan antara Penggugat dan Tergugat belum dikaruniai anak. Akibat hukum harta bersama adalah harta benda yang dimiliki Penggugat dan Tergugat secara bersama di dalam perkawinannya tetap menjadi harta bersama, karena perkawinan tidak terputus oleh Putusan Pengadilan. Kata Kunci: Penolakan Gugatan, Pembatalan Perkawinan, Ancaman. Ideally, marriage should be conducted based on sincerity and consent between the husband and wife. However, in reality, marriages still occur due to threats, leading one party to file an annulment lawsuit with the Religious Court. The research questions are: (1) What are the judges' considerations regarding the rejection of marriage annulment lawsuits due to threats in Tanjung Karang Religious Court Decision Number: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk? (2) What are the legal consequences of the rejection of a lawsuit for annulment of marriage in the Tanjung Karang Religious Court Decision Number: 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk? This study uses a normative, descriptive approach. The problem-solving approach used in this study is a legislative approach and a case study. Data analysis uses qualitative analysis to draw conclusions based on the issues discussed. The results of this study indicate: (1) The judge's considerations regarding the rejection of the marriage annulment lawsuit due to threats in the Tanjung Karang Religious Court Decision Number 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk are based on the facts of the case and legal facts that the marriage between the Plaintiff and Defendant did not occur due to threats from any party. The Plaintiff accepted the Defendant's proposal, received the dowry and dowry, and agreed to the marriage. Therefore, there is no reason for the Panel of Judges to annul the marriage between the Plaintiff and Defendant. (2) The legal consequences of the rejection of the marriage annulment lawsuit in the Tanjung Karang Religious Court Decision Number 1109/Pdt.G/2023/PA.Tnk for the husband-wife relationship are that the marriage between the Plaintiff and Defendant remains valid under religious and state law. Legal consequences for the children have not yet occurred because the marriage between the Plaintiff and Defendant has not yet produced children. The legal consequence of community property is that the property owned jointly by the Plaintiff and Defendant during their marriage remains community property, as the marriage was not terminated by a court decision. Keywords: Rejection of Lawsuit, Annulment of Marriage, Threats.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602167855 Digilib
Date Deposited: 18 Feb 2026 07:23
Terakhir diubah: 18 Feb 2026 07:23
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96389

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir