STRATEGI DIPLOMASI QATAR DALAM MENGHADAPI ISU NEGATIF PENYELENGGARAAN FIFA WORLD CUP 2022

DYANDRA, GENTA RAMADHAN (2026) STRATEGI DIPLOMASI QATAR DALAM MENGHADAPI ISU NEGATIF PENYELENGGARAAN FIFA WORLD CUP 2022. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (265Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPISI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1987Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1601Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Qatar dalam membangun citra melalui enam dimensi pembentukan negara, seperti governance, tourism, dan culture and heritage. Peneliyian ini penting dilakukan untuk melihat bagaimana Upaya yang dilakukan oleh Qatar dalam menghadapi isu negative dalam penyelenggaraan piala dunia 2022. Penyelenggaraan FIFA World Cup 2022 di Qatar memunculkan berbagai isu negatif seperti eksploitasi pekerja migran, pelanggaran HAM, isu LGBTQ+, dan tuduhan korupsi. Meski menjadi tuan rumah pertama di Timur Tengah, citra Qatar justru mendapat sorotan tajam dari dunia internasional, menjadikan turnamen ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga arena diplomasi publik. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara visi pembangunan Qatar National Vision 2030 dan realitas sosial yang diwarnai isu kemanusiaan. Dengan teori Public Diplomacy Nicholas. J. Cull dan penelitian ini menganalisis strategi Qatar dalam membangun citra melalui lima dimensi, yaitu ;Listening Diplomacy, Advocacy, Cultural Diplomacy, Exchange Diplomacy, dan International Broadcasting. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan studi dokumen baik itu bersifat primer maupun sekunder.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qatar menggunakan diplomasi publik berbasis pembangunan, budaya, dan reformasi kebijakan untuk menanggapi kritik global. Strategi ini berhasil memperbaiki citra internasional dan memperkuat posisi Qatar sebagai aktor diplomasi baru di kawasan Timur Tengah. Kata kunci : Diplomasi Publik, Qatar, FIFA World Cup 2022, Simon Anholt, Nation Branding.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional
Pengguna Deposit: 2602328902 Digilib
Date Deposited: 18 Feb 2026 08:47
Terakhir diubah: 18 Feb 2026 08:47
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96412

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir