GEORGIUS , KARIS PASCHALI (2026) PENYERAHAN TANAH SEBAGAI PEMBAYARAN UTANG DALAM PERKARA WANPRESTASI PINJAM MEMINJAM UANG (Studi Putusan Nomor 222/Pdt.G/2024/PN Tjk). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK.pdf Download (240Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2255Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (2343Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini diawali oleh adanya hubungan hukum utang piutang antara Penggugat, Dede Kurniawan, dengan Tergugat, Wuwuh Langgeng Hartanto. Tergugat tidak mampu membayar utangnya sehingga Tergugat menyerahkan sebidang tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan sebagai pelunasan utang. Tergugat kembali tidak memenuhi janjinya untuk hadir bersama-sama membuat Akta Jual Beli untuk peralihan hak atas tanah tersebut. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah penerapan Pasal 1131 KUH Perdata dalam ratio decidendi Hakim pada Putusan Nomor 222/Pdt.G/2024/PN Tjk, serta akibat hukum bagi Penggugat dan Tergugat dalam perkara wanprestasi pada Putusan Nomor 222/Pdt.G/2024/PN Tjk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pasal 1131 KUH Perdata diterapkan dalam Putusan Nomor 222/Pdt.G/2024/PN Tjk. Pasal 1131 KUH Perdata berfungsi sebagai dasar hukum jaminan umum. Penerapan Pasal 1131 KUH Perdata dilakukan karena Tergugat terbukti tidak mampu membayar kewajiban utangnya, sehingga sertifikat HGB No.160 yang sudah diserahkan menjadi tanggungan berdasarkan prinsip jaminan umum dan menjadikan Sertifikat HGB No.160 sebagai bentuk pelunasan utang. Akibat hukum yang timbul bagi Penggugat, putusan ini memberikan kepastian hukum karena majelis hakim mengabulkan haknya untuk melakukan balik nama sertifikat HGB No.160 menjadi atas nama Penggugat. Peralihan hak kebendaan ini sekaligus menjamin pelunasan piutang Penggugat, sehingga kedudukannya sebagai kreditor terlindungi secara hukum. Bagi Tergugat, akibat hukumnya adalah hilangnya hak kebendaan atas tanah yang tercatat dalam Sertifikat HGB No.160, kewajiban untuk membayar biaya perkara sebesar Rp2.621.000,00, serta dinyatakan wanprestasi karena tidak mampu memenuhi kewajiban utangnya. Sesuai hukum formal, peralihan hak atas tanah dapat dilakukan secara sah dengan melakukan pembebanan hak tanggungan atau pembuatan surat kuasa menjual sebagai jaminan. Kata Kunci: Putusan Verstek, Ratio Decidendi, Wanprestasi
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2602860991 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 06:42 |
| Terakhir diubah: | 19 Feb 2026 06:42 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96568 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
