Dian , Claudia Sefria (2026) PERAN AIESEC INDONESIA DALAM PENYEBARAN BUDAYA INDONESIA PADA TAHUN 2022-2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (239Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf Restricted to Hanya staf Download (2471Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2471Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penyeberan budaya Indonesia merupakan upaya untuk memperkenalkan, memelihara, dan mempromosikan kekayaan budaya nasional kepada masyarakat internasional dengan menyesuaikan diri terhadap dinamika interaksi global pascapandemi. Pada periode ini, kegiatan penyeberan budaya mencakup berbagai bentuk pelaksanaan, baik melalui festival dan pertukaran budaya yang bersifat langsung maupun melalui pemanfaatan platform digital dan kolaborasi lintas sektor. Dalam kerangka tersebut, peran aktor non-negara, termasuk organisasi kepemudaan internasional, menjadi salah satu unsur pendukung dalam memperkuat citra positif Indonesia di tingkat global. Penelitian ini menganalisis peran AIESEC sebagai aktor non-negara dalam penyeberan budaya Indonesia tahun 2022–2025 melalui program-program global AIESEC. Penelitian menggunakan teori organisasi internasional Clive Archer (2001), yang memandang peran aktor non-negara sebagai instrumen, arena, dan aktor, serta eksistensi yang memperoleh legitimasi dalam sistem internasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui wawancara, laporan kegiatan, publikasi resmi, dan sumber daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AIESEC berperan aktif dalam penyeberan budaya Indonesia. Mengacu pada Clive Archer, AIESEC berfungsi sebagai instrumen yang menyalurkan nilai dan praktik budaya Indonesia melalui aktivitas pertukaran; sebagai arena yang menyediakan ruang interaksi lintas budaya antara pemuda internasional dan nasional; dan sebagai aktor independen yang secara otonom merancang program serta membangun jejaring global tanpa bergantung pada negara. Ketiga fungsi ini menunjukkan bahwa AIESEC turut mendukung perluasan jangkauan budaya Indonesia dan penguatan citra positif di tingkat internasional. Kata Kunci: Penyeberan Budaya Indonesia, Peran Organisasi Internasional, Aktor Non-Negara, AIESEC Indonesia The crossing of Indonesian culture is an effort to introduce, maintain, and promote national cultural richness to the international community by adjusting to the dynamics of post-pandemic global interaction. In this period, cultural cross-cultural activities include various forms of implementation, both through festivals and cultural exchanges that are direct and through the use of digital platforms and crosssector collaboration. In this framework, the role of non-state actors, including international youth organizations, is one of the supporting elements in strengthening Indonesia's positive image at the global level. This study analyzes the role of AIESEC as a non-state actor in the cross-cultural crossing of Indonesia in 2022– 2025 through AIESEC's global programs. The research uses the international organization theory of Clive Archer (2001), which views the role of non-state actors as instruments, arenas, and actors, as well as the existence that gains legitimacy in the international system. The method used is descriptive qualitative with primary and secondary data collection through interviews, activity reports, official publications, and online sources. The results of the study show that AIESEC plays an active role in crossing Indonesian culture. Referring to Clive Archer, AIESEC functions as an instrument that channels Indonesian cultural values and practices through exchange activities; as an arena that provides a space for cross-cultural interaction between international and national youth; and as an independent actor who autonomously designs programs and builds global networks without relying on the state. These three functions show that AIESEC also supports the expansion of Indonesia's cultural reach and the strengthening of a positive image at the international level. Keywords: Indonesian Cultural Crossing, Role of International Organizations, Non-State Actors, AIESEC Indonesia
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2602343575 Digilib |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 02:27 |
| Terakhir diubah: | 23 Feb 2026 02:27 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96808 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
