SALSA, CANDRA (2026) GERAKAN SOSIAL BARU: STUDI ATAS KONTRIBUSI NGO LINGKUNGAN KOTA BANDAR LAMPUNG PADA ISU RUANG TERBUKA HIJAU. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (19Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1404Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (848Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Permasalahan berkurangnya ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi ketentuan penyediaan RTH minimal 30% sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Kondisi tersebut memunculkan respons dari aktor non-negara, khususnya Non-Governmental Organization (NGO) lingkungan, yang berupaya mengisi ruang advokasi dan partisipasi publik dalam isu lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi NGO lingkungan Kota Bandar Lampung sebagai bagian dari gerakan sosial baru dalam memperjuangkan isu ruang terbuka hijau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap dua NGO lingkungan, yaitu Walhi dan Lembaga Konservasi 21. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif gerakan sosial baru, khususnya melalui pendekatan teori keluhan dan teori struktur kesempatan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Walhi dan Lembaga Konservasi 21 merepresentasikan karakter gerakan sosial baru melalui pola gerakan yang tematik, non-hierarkis, dan berbasis pada kesadaran ekologis. Kontribusi NGO lingkungan dalam isu RTH diwujudkan melalui pembentukan opini publik, mobilisasi gerakan, serta pengembangan isu ruang terbuka hijau melalui pemanfaatan media digital. NGO secara aktif membangun wacana kritis terhadap kebijakan pemerintah, mengorganisir aksi kolektif, serta menyebarluaskan isu RTH melalui kampanye digital, media sosial, dan jaringan komunitas. Gerakan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perubahan kebijakan, tetapi juga pada transformasi nilai dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan perkotaan. Dengan demikian, NGO lingkungan di Kota Bandar Lampung dapat dipahami sebagai aktor gerakan sosial baru yang berperan strategis dalam mendorong tata kelola ruang terbuka hijau yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Gerakan Sosial Baru, NGO lingkungan, Ruang Terbuka Hijau, Bandar Lampung.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan |
| Pengguna Deposit: | 2602502394 Digilib |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 06:44 |
| Terakhir diubah: | 25 Feb 2026 06:44 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97013 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
