Dini , Wahyuni (2026) ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP KEJAHATAN PENIPUAN DALAM KASUS PENYALAHGUNAAN SERAGAM POLISI (Studi Kasus Polresta Bandar Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (220Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1371Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1374Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi merupakan bentuk kriminalitas yang semakin mengkhawatirkan, karena tidak hanya merugikan korban secara material dan psikologis, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai aparat penegak hukum. Penyalahgunaan identitas dan atribut kepolisian oleh pihak yang tidak berwenang menyebabkan masyarakat sulit membedakan antara aparat asli dan gadungan, sehingga memunculkan keresahan sosial dan menurunkan legitimasi institusi negara di mata masyarakat. Permasalahan penelitian adalah bagaimanakah analisis kriminologis terhadap faktor penyebab terjadinya kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi, dan bagaimanakah upaya penanggulangan terhadap kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun narasumber pada penelitian ini terdiri dari Penyidik Polresta Bandar Lampung, Dosen bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung, Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung. Prosedur pengumpulan data dalam penulisan ini dengan cara studi kepustakaan dan lapangan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor penyebab terjadinya kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor ekonomi, dimana ketimpangan pendapatan dan kemiskinan mendorong pelaku untuk mencari pemenuhan kebutuhan hidup cepat sehingga memilih cara cepat termasuk melalui tindak kriminal. Faktor pendidikan, tingkat pendidikan yang rendah cenderung kurang memahami konsekuensi hukum dari tindakanya sehingga memiliki resiko tinggi melakukan kejahatan. Faktor sarana dan prasarana ketersediaan atribut resmi yang mudah diakses memberikan peluang bagi pelaku untuk melakukan kejahatan penipuan. Upaya penanggulangan kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi dilakukan melalui upaya penal dan upaya non-penal. Upaya penal yang dilakukan dengan menindak tegas pelaku sebagai bentuk penegakan hukum serta memberikan efek jera, dan menekan angka kejahatan penipuan. Adapun upaya nonpenal dilakukan melalui sosislisasi, penyuluhan hukum, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan pengawasan dan patroli rutin oleh pihak kepolisian guna meminimalkan peluang terjadinya kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi. Saran dari penelitian ini adalah perlunya penguatan peran antara masyarakat, pemerintah, dan kepolisian untuk menekan faktor penyebab terjadinya kejahatan penipuan melalui peningkatan kesadaran hukum, koordinasi, pengawasan atribut resmi, serta upaya pencegahan yang berkelanjutan guna mencegah kejahatan penipuan dalam kasus penyalahgunaan seragam polisi. Kata Kunci: Kriminologi, Kejahatan Penipuan, Seragam Polisi. The crime of fraud in cases of misuse of police uniforms is a form of crime that is increasingly worrying, because it not only harms the victims materially and psychologically, but also damages public trust in the police institution as a law enforcement agency. The misuse of police identities and attributes by unauthorized parties makes it difficult for the public to distinguish between genuine and fake officers, thus giving rise to social unrest and reducing the legitimacy of state institutions in the eyes of the public. The research problem is how to analyze the criminological factors causing the crime of fraud in cases of misuse of police uniforms, and how to overcome the crime of fraud in cases of misuse of police uniforms. The method used in this study is a normative juridical and empirical juridical approach. The data used are primary and secondary data. The sources in this study consist of investigators from the Bandar Lampung Police, lecturers in the Criminal Law Department of the Faculty of Law, University of Lampung, and lecturers in Sociology at the Faculty of Social and Political Sciences, University of Lampung. The data collection procedure in this paper is through library and field studies. Data analysis uses qualitative analysis. The research results show that several factors contribute to the occurrence of fraud in cases of misuse of police uniforms. These include economic factors, where income inequality and poverty drive perpetrators to seek immediate fulfillment of their needs, leading to quicker means, including criminal activity. Educational factors include those with low levels of education who tend to have a poor understanding of the legal consequences of their actions, thus placing them at higher risk of committing crime. Facilities and infrastructure, such as the availability of readily accessible official attributes, provide opportunities for perpetrators to commit fraud. Efforts to combat fraud involving the misuse of police uniforms are carried out through penal and non-penal measures. Penal measures involve taking firm action against perpetrators as a form of law enforcement, providing a deterrent effect, and reducing the number of fraud cases. Non-penal measures, on the other hand, involve socialization, legal education, increasing public awareness, and strengthening regular police supervision and patrols to minimize the potential for fraud in cases of misuse of police uniforms. This research recommends strengthening the roles of the community, government, and police to reduce the causal factors of fraud through increased legal awareness, coordination, supervision of official attributes, and ongoing prevention efforts to prevent fraud in cases of misuse of police uniforms. Keywords: Criminology, Fraud Crime, Police Uniform.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 341 Hukum-hukum negara 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2602028470 Digilib |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 07:23 |
| Terakhir diubah: | 26 Feb 2026 07:23 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97100 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
