UPAYA UNIQLO DITENGAH BERBAGAI KRITIK TERKAIT LIMBAH TEKSTIL DAN KOMITMEN KEBERLANJUTAN

CINDI, GIMNASTIAR (2026) UPAYA UNIQLO DITENGAH BERBAGAI KRITIK TERKAIT LIMBAH TEKSTIL DAN KOMITMEN KEBERLANJUTAN. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (312kB) | Preview
[img] Text
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Krisis limbah global menjadi salah satu persoalan lingkungan paling mendesak di abad ke-21, di mana industri fast fashion berkontribusi besar terhadap peningkatan volume limbah tekstil. UNIQLO, sebagai salah satu perusahaan multinasional terbesar di industri fast fashion global, kerap menjadi sorotan dan menerima berbagai kritik terkait produksi limbah tekstil, penggunaan bahan sintetis, emisi karbon, serta dugaan praktik greenwashing. Di sisi lain, UNIQLO juga menunjukkan komitmen terhadap isu keberlanjutan melalui berbagai kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kritik yang ditujukan kepada UNIQLO terkait limbah tekstil dan komitmen keberlanjutan, serta menganalisis upaya-upaya yang dilakukan UNIQLO ditengah kritik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang bersumber dari data sekunder berupa laporan keberlanjutan perusahaan, laporan organisasi non-pemerintah, publikasi organisasi internasional, artikel ilmiah, serta berita dan dokumen resmi terkait. Analisis penelitian ini menggunakan perspektif Politik Lingkungan Global untuk memahami peran UNIQLO sebagai aktor non-negara dalam tata kelola lingkungan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNIQLO melakukan berbagai upaya ditengah tekanan dan kritik global melalui berbagai strategi, seperti penerapan program-program keberlanjutan, keterlibatan dalam rezim dan norma lingkungan internasional, serta kolaborasi dengan berbagai aktor global. Namun, upaya tersebut masih menghadapi keterbatasan karena model bisnis fast fashion yang berbasis produksi massal tetap berpotensi memperbesar krisis limbah tekstil. Penelitian iniiii menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara kepentingan ekonomi dan komitmen ekologis UNIQLO. Kata kunci: UNIQLO, limbah tekstil, fast fashion, keberlanjutan, politik lingkungan global.

Item Type: Other
Subjects: ?? 300 ??
?? 320 ??
Divisions: ?? hubungan_internasional ??
Depositing User: 2602908700 Digilib
Date Deposited: 03 Mar 2026 04:22
Last Modified: 03 Mar 2026 04:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97311

Actions (login required)

View Item View Item