PENERAPAN REHABILITASI TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DALAM MENGURANGI OVER KAPASITAS DI LAPAS (Studi dalam Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung)

HALIMATUSAKDIAH, . (2026) PENERAPAN REHABILITASI TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DALAM MENGURANGI OVER KAPASITAS DI LAPAS (Studi dalam Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (918kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kelebihan kapasitas yang dialami lembaga pemasyarakatan di Indonesia merupakan persoalan struktural yang semakin kompleks, terutama pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika. Tingginya jumlah penghuni yang berasal dari kasus penyalahgunaan narkotika menunjukkan bahwa pendekatan pemidanaan berbasis pemenjaraan masih mendominasi, sehingga berdampak langsung pada keterbatasan daya tampung lembaga pemasyarakatan. Kondisi ini menegaskan urgensi penerapan rehabilitasi sebagai pendekatan alternatif yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan pelaku. Permasalahan dalam penelitian ini merupakan Bagaimanakah penerapan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkotika dalam mengurangi over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung serta Apa saja faktor penghambat dalam penerapan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkotika dalam mengurangi over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis sosiologis. Narasumber dalam penelitian ini adalah Konselor Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Bandar Lampung, Ketua Tim Rehabilitasi Sosial dan Konselor Adiksi Loka Rehabilitasi BNN Kalianda, Ketua Tim Humas dan Informasi Loka Rehabilitasi BNN Kalianda, dan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Bandar Lampung lebih diarahkan pada kepentingan administratif, khususnya sebagai dasar pemberian program lanjutan berupa asimilasi, cuti bersyarat dan pembebasan bersarat dalam rangka mempercepat reintegrasi narapidana ke dalam kehidupan bermasyarakat. Implementasi kebijakan tersebut menunjukkan adanya dampak positif yang tercermin dari penurunan jumlah narapidana perkara narkotika, meskipun secara statistik penurunan tersebut belum menunjukkan perubahan yang signifikan. (2) Implementasi rehabilitasi tidak terlepas dari sejumlah permasalahan struktural dan sosial yang menghambat dalam efektivitasnya. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga medis dan psikolog, minimnya dukungan sarana dan prasarana, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta masih kuatnya stigma sosial terhadap penyalahguna narkotika. Kondisi ini menyebabkan penerapan rehabilitasi belum mampu berfungsi secara optimal sebagai instrumen pemulihan yang mandiri sekaligus sebagai strategi efektif dalam menekan tingkat overkapasitas lembaga pemasyarakatan. Saran dalam penelitian ini yaitu Pelaksanaan rehabilitasi seharusnya tidak dibatasi pada orientasi administratif semata, melainkan dikembangkan sebagai proses pemulihan yang komprehensif yang mencakup aspek medis, psikologis, dan sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya penguatan terhadap mutu program rehabilitasi dan pelaksanaan evaluasi secara berkelanjutan agar rehabilitasi dapat berfungsi secara efektif dalam menekan overkapasitas lembaga pemasyarakatan sekaligus mendukung proses reintegrasi narapidana ke dalam masyarakat. Perlunya peningkatan pada sumber daya manusia, penyediaan fasilitas yang memadai, dan koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan rehabilitasi, disertai kegiatan dalam mengubah stigma sosial terhadap penyalahguna narkotika. Sehingga pendekatan rehabilitatif berbasis kesehatan dan HAM perlu diperkuat agar program rehabilitasi dapat berjalan lebih optimal dan berfungsi sebagai solusi nyata terhadap over kapasitas. Kata Kunci: Penerapan Rehabilitasi, Penyalahguna Narkotika, Overkapasitas Lembaga Pemasyarakatan

Item Type: Other
Subjects: ?? 345 ??
Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Depositing User: 2602702663 Digilib
Date Deposited: 05 Mar 2026 04:11
Last Modified: 05 Mar 2026 04:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97383

Actions (login required)

View Item View Item