Annisa, Shafira (2026) Strategi Rusia Dalam Menghadapi Integrasi Finlandia Ke Dalam NATO, 2022-2024. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF (Abstrak)
Abstrak Annisa Shafira.pdf Download (180Kb) | Preview |
|
|
File PDF (Skripsi Full Bab 1-5)
Skripsi Full Final Annisa Shafira.pdf Restricted to Hanya staf Download (2184Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF (Skripsi tanpa bab pembahasan)
Skripsi tanpa bab pembahasan.pdf Download (2050Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Berakhirnya kebijakan netralitas dan bergabungnya Finlandia ke dalam NATO merupakan salah satu ancaman besar bagi Rusia sebab Finlandia memiliki letak negara yang strategis, dimana negara ini berada di laut baltik dan berbatasan langsung dengan Rusia. Integrasi ini dilihat Rusia sebagai ancaman bagi negaranya, khususnya bagi sektor keamanan karena wilayah kekuasaan barat akan semakin dekat dengan negaranya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Rusia dalam menghadapi integrasi Finlandia ke dalam NATO sepanjang tahun 2022-2024. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten. Data dikumpulkan melalui pernyataan-pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Rusia kepada media, baik media lokal maupun internasional. Selain itu dilakukan pula analisis terhadap dokumen resmi dan artikel jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Rusia dalam menghadapi integrasi Finlandia ke dalam NATO sepanjang tahun 2022-2024 cenderung bersifat, bertahan dan mencegah yang mana hal ini sejalan dengan teori The use of power. Rusia mewujudkan hal ini dengan menerapkan strategi militer, politik dan diplomasi serta ekonomi untuk melindungi negaranya dari serangan NATO pasca bergabungnya Finlandia ke dalam aliansi tersebut. The end of neutrality and Finland's accession to NATO is a major threat to Russia because Finland is strategically located in the Baltic Sea and shares a border with Russia. Russia views this integration as a threat to its country, particularly to its security sector, because the western sphere of influence will be closer to its territory. This study aims to analyze Russia's response to Finland's integration into NATO from 2022 to 2024. The approach used is descriptive qualitative with content analysis methods. Data was collected through official statements from the Russian government to the media, both local and international. In addition, an analysis of official documents and related journal articles was also conducted. The results show that Russia's response to Finland's integration into NATO during 2022-2024 tends to be defensive and deterrence, which is in line with The Use of Power theory. Russia realizes this by implementing military, political, diplomatic, and economic strategies to protect its country from NATO attacks after Finland joins the alliance.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 321 Sistem pemerintahan dan sistem negara 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 322 Hubungan negara dengan kelompok terorganisir dan anggotanya 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 324 Proses politik |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2602260088 Digilib |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 03:05 |
| Terakhir diubah: | 09 Mar 2026 03:05 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97483 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
