STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI REPONG DAMAR DI KECAMATAN BENGKUNAT KABUPATEN PESISIR BARAT, LAMPUNG

Salwa, Lathifa Hanun (2026) STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI REPONG DAMAR DI KECAMATAN BENGKUNAT KABUPATEN PESISIR BARAT, LAMPUNG. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
Text (Anyone)
1. ABSTRAK.pdf

Download (352kB) | Preview
[img] Text (Registered users only)
2. SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Anyone)
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi, namun dokumentasi pemanfaatan tumbuhan berbasis kearifan lokal masih terbatas. Repong damar di Bengkunat merupakan sistem agroforestri tradisional yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi dan tingkat keanekaragaman tumbuhan penyusun repong damar serta mengkaji pola pemanfaatannya melalui pendekatan etnobotani. Analisis vegetasi dilakukan menggunakan metode petak bersarang untuk menghitung Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman/Shannon–Wiener (H’), Indeks Kekayaan Jenis/Margalef (Dmg), dan Indeks Kemerataan (E). Data etnobotani diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repong damar tersusun atas 53 spesies dengan nilai H’ sebesar 3,45 (kategori tinggi), Dmg sebesar 8,29 (kekayaan jenis tinggi), dan E sebesar 0,86 yang menunjukkan distribusi individu relatif merata. Spesies dominan pada fase pohon adalah Anthoshorea javanica dengan INP sebesar 57,85%, menegaskan perannya sebagai komponen struktural utama ekosistem. Kajian etnobotani mengidentifikasi lima kategori pemanfaatan, yaitu pangan, obat tradisional, kepercayaan dan ritual adat, kerajinan, serta bahan bangunan. Pemanfaatan pangan didominasi buah-buahan (80,77%), obat tradisional terutama menggunakan daun (38,62%), dan Acorus calamus memiliki tingkat kesetiaan tertinggi pada kategori kepercayaan (FL 100%).Temuan ini menunjukkan bahwa repong damar berperan sebagai lanskap sosial-ekologis yang mempertahankan keanekaragaman hayati sekaligus mendukung pelestarian pengetahuan lokal dan keberlanjutan penghidupan masyarakat. Kata kunci: repong damar, etnobotani, keanekaragaman hayati, agroforestri, kearifan lokal, Bengkunat.

Item Type: Other
Subjects: ?? 500 ??
?? 580 ??
?? 600 ??
?? 630 ??
Divisions: Fakultas Pertanian > Prodi Kehutanan
Depositing User: 2602836904 Digilib
Date Deposited: 10 Mar 2026 02:25
Last Modified: 10 Mar 2026 02:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97550

Actions (login required)

View Item View Item