Fani , Nayla Bilqis (2026) PERCERAIAN AKIBAT KELAINAN SEKSUAL DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Putusan Nomor 3659/Pdt.G/2020/PA.Sor). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (11Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Download (1712Kb) | Preview |
|
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1605Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Perceraian yang diakibatkan oleh kelainan seksual sering ditemukan dalam masyarakat, namun kelainan seksual sendiri belum diatur secara eksplisit dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) maupun Peraturan Pemerintah Nomor 9. Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Oleh karena itu, permasalahan dalam penelitian ini yaitu mengenai analisis kelainan seksual sebagai penyebab perceraian menurut prespektif Hukum Islam, dan pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan perceraian yang disebabkan oleh kelainan seksual pada Putusan Nomor.3659/Pdt.G/2020/PA.Sor. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian normatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan masalah menggunakan pendekatan peraturan perundangundangan dan pendekatan kasus. Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber pada data sekunder, dengan pengumpulan data menggunakan studi pustaka, studi dokumen dan wawancara dengan hakim. Pengolahan data dilakukan dengan pemeriksaan data, rekonstruksi data, dan sistematisasi data, yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa kelainan seksual dapat dijadikan alasan yang sah dalam perceraian karena kelainan seksual dapat menghalangi keharmonisan rumah tangga dan bertentangan dengan Tujuan Hukum Islam (Maqasid Syariah). Seperti pada putusan perceraian nomor 3659/Pdt.G/2020/PA.Sor. Hakim mempertimbangkan kelainan seksual sebagai faktor yang memicu keretakan rumah tangga, meskipun secara formal hakim mengedepankan dalil pertengkaran terus menerus sebagai dasar putusan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kepastian hukum sesuai denga napa yang didalilkan Penggugat dan fakta dalam persidangan. Akibat dari putusan tersebut, hubungan hukum antara suami dan Istri berakhir secara sah. Kata Kunci: Hukum Islam, Kelainan Seksual, Perceraian, Putusan Pengadilan Agama Divorce caused by sexual disorders is often found in society, but sexual disorders themselves have not been explicitly regulated in the Compilation of Islamic Law (KHI) or Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. Therefore, the problem in this study is regarding the analysis of sexual disorders as a cause of divorce from the perspective of Islamic Law, and the judge's considerations in granting divorce requests caused by sexual disorders in Decision Number 3659 / Pdt.G / 2020 / PA.Sor. This research employs normative research with a descriptive type. The problem approach uses a statutory approach and a case approach. The data obtained in this research are sourced from secondary data, collected through literature studies, document studies, and interviews with judges. Data processing is carried out through data examination, data reconstruction, and data systematization, which are then analyzed qualitatively . The research results and discussion indicate that sexual deviations can be a valid reason for divorce because they hinder household harmony and contradict Maqasid Syariah. As in the divorce decision Number 3659/Pdt.G/2020/PA.Sor, the judge considered sexual deviations as a factor triggering household breakdown, although formally the judge prioritized the grounds of continuous quarrels as the basis for the decision. This is intended to maintain legal certainty in accordance with the arguments presented by the Plaintiff and the facts in the trial. As a result of the decision, the legal relationship between husband and wife ends legally. Keywords: Islamic Law, Sexual Deviations, Divorce, Religious Court Decision
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | A.Md Cahya Anima Putra . |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 01:27 |
| Terakhir diubah: | 10 Mar 2026 01:27 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97564 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
