ULIA , TIRAFIKE ARBALEN (2026) ANALISIS PENERAPAN SCIENTIFIC CRIME INVESTIGATION DALAM PEMBUKTIAN PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Putusan Nomor: 425/Pid.B/2024/PN Mgl). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
Text
1. ABSTRAK.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
3. SKRIPSI TANPA BAB IV.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Tindak pidana pembunuhan siswi SMK Negeri 1 Tanjung Raya Mesuji ini bermula ketika pelaku membawa anak korban ke kebun karet, lalu melakukan kekerasan, pemerkosaan, dan penusukan hingga anak korban meninggal dunia serta adanya upaya menghilangkan barang bukti dari pelaku. Pengungkapan kasus ini berlangsung cukup lama karena minimnya saksi dan barang bukti yang membuat proses penyidikan secara konvesional sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, penyidik menerapkan metode Scientific Crime Investigation sebagaimana diatur dalam Perkapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. Penerapan metode ini sangat penting untuk memenuhi standar pembuktian pidana di Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Pasal 183 KUHAP yang mensyaratkan sekurang-kurangnya dua alat bukti sah yang menimbulkan keyakinan hakim. Maka, berdasarkan hal tersebut yang menjadi permasalahan yaitu bagaimanakah penerapan Scientific Crime Investigation dalam pembuktian perkara tindak pidana pembunuhan dan faktor penghambat dalam penerapan Scientific Crime Investigation pada kasus tindak pidana pembunuhan. Pendekatan penelitian ini yaitu dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan meneliti dan mengkaji peraturan perundang-undangan serta bahan-bahan hukum tertulis, yang didukung dengan pendekatan empiris untuk mengkaji bagaimana hukum dijalankan dalam kehidupan masyarakat. Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara dengan narasumber serta data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penentuan narasumber terdiri dari hakim, jaksa, penyidik, dokter forensik, dan dosen. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diketahui bahwa penerapan Scientific Crime Investigation (SCI) dalam perkara tindak pidana pembunuhan siswi SMK Negeri 1 Tanjung Raya Mesuji berdasarkan pada tiga (3) bidang yaitu identifikasi, kedokteran forensik, dan laboratorium forensik. Identifikasi membantu menemukan pihak-pihak terkait, namun nilai pembuktiannya kurang akurat. Kedokteran forensik melalui visum et repertum memberikan bukti kuat mengenai sebab kematian. Laboratorium forensik, khususnya pemeriksaan DNA, menghasilkan bukti ilmiah yang sangat kuat dalam menghubungkan pelaku dengan korban. Kedua bidang ini menjadi inti pembuktian ilmiah di persidangan. Meski demikian, penerapan SCI masih terhambat oleh keterbatasan fasilitas (terutama ketiadaan lab DNA di Lampung), kurangnya penyidik, kendala koordinasi, serta rendahnya kesadaran masyarakat yang sering merusak TKP. Saran yang dapat penulis berikan pada penelitian ini yaitu kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu meningkatkan ketersediaan sarana dan fasilitas forensik, khususnya akses terhadap labolatorium forensik DNA. Selain itu, aparat penegak hukum perlu memperkuat koordinasi antar instansi serta pemerataan jumlah penyidik, dan masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keaslian TKP. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat, meningkatkan kualitas, dan menjamin objektivitas proses penyidikan. Kata kunci: Scientific Crime Investigation (SCI), Forensik, Pembuktian.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | ?? 345 ?? |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1 |
| Depositing User: | 2602001131 Digilib |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 03:26 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 03:26 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97604 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
