HUBUNGAN ANTARA SKOR ANKLE BRACHIAL INDEX DAN CARDIOTHORACIC RATIO PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSD DR. A. DADI TJOKRODIPO

Ihsan, Ali Nurrahman (2026) HUBUNGAN ANTARA SKOR ANKLE BRACHIAL INDEX DAN CARDIOTHORACIC RATIO PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSD DR. A. DADI TJOKRODIPO. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (128Kb) | Preview
[img] File PDF
FILE TUGAS AKHIR SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2067Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
FILE TUGAS AKHIR SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2067Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Background: Hypertension is a major global health problem that can lead to serious cardiovascular complications, including peripheral artery disease and cardiac enlargement. The Ankle Brachial Index (ABI) and Cardiothoracic Ratio (CTR) are simple, non-invasive parameters used to assess peripheral vascular status and heart size, respectively. The aim of this study was to analyze the relationship between these two factors, thus providing insight into concomitant target organ damage. Methods: This cross-sectional analytical study was conducted at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Regional General Hospital. The study sample consisted of 57 hypertensive patients selected through consecutive sampling. ABI was measured using a sphygmomanometer, and CTR was calculated from posteroanterior chest radiographs, validated by a cardiologist. Data dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact karena jumlah sel yang diharapkan kecil, untuk menguji hubungan antara ABI dan CTR. Results: Out of 57 subjects, 42.1% had an abnormal ABI and 36.8% had cardiomegaly (CTR >0.50). Statistical analysis showed no significant relationship between ABI and CTR (p=1.000). Conclusions: This study found no significant relationship between ABI and CTR in hypertensive patients at RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Further research with a larger sample size and control for confounding factors is recommended. Keywords: ankle brachial index, cardiothoracic ratio, cardiomegaly, hypertension, peripheral artery disease Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global utama yang dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular serius, termasuk penyakit arteri perifer dan pembesaran jantung. Ankle Brachial Index (ABI) dan Cardiothoracic Ratio (CTR) adalah parameter non-invasif sederhana yang masing-masing digunakan untuk menilai status vaskular perifer dan ukuran jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sehingga dapat memberikan wawasan mengenai kerusakan organ target yang terjadi bersamaan. Metode: Penelitian analitik cross-sectional ini dilaksanakan di RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Sampel penelitian terdiri dari 57 pasien hipertensi yang dipilih melalui consecutive sampling. ABI diukur menggunakan sfigmomanometer dan CTR dihitung dari hasil radiografi toraks proyeksi posteroanterior, dengan validasi oleh dokter spesialis jantung. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk menguji hubungan antara ABI dan CTR. Hasil: Dari 57 subjek, 42,1% memiliki ABI abnormal dan 36,8% mengalami kardiomegali (CTR >0,50). Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara ABI dan CTR (p=1,000). Kesimpulan: Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara ABI dan CTR pada pasien hipertensi di RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengendalian faktor perancu. Kata Kunci: ankle brachial index, cardiothoracic ratio, kardiomegali, hipertensi, penyakit arteri perifer

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2602033755 Digilib
Date Deposited: 12 Mar 2026 01:03
Terakhir diubah: 12 Mar 2026 01:03
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97632

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir