PERAN KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Pada Polres Lampung Timur)

ASMARANI , PUTRI MAHARDINI (2026) PERAN KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI PENCURIAN DENGAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Pada Polres Lampung Timur). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (14Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1786Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1786Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang melibatkan anak dibawah umur di Kabupaten Lampung Timur telah mencapai tingkat yang menghawatirkan. Fenomena ini menyoroti intervensi hukum dan sosial yang efektif, anak merupakan subjek hukum yang berbeda dari pelaku dewasa, sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam peran yang dilakukan oleh kepolisian resor (polres) Lampung Timur dalam menanggulangi tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh anak. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor substansif yang menjadi kendala atau penghambat dalam pelaksanaan tugas kepolisian tersebut. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan fokus pada studi di Polres Lampung Timur. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan, khususnya melalui wawancara dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Timur dan praktisi hukum ( Advokat/Konselor). Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Peran kepolisian dalam penanggulangan curas yang dilakukan oleh anak ditemukan bersifat kompleks. (1) Secara normatif kepolisian telah melaksanakan fungsinya melalui patroli dan penyuluhan hukum ke masyarakat serta sekolah- sekolah untuk pencegahan, sementara dalam (2) peran faktual penanganan perkara anak tetap mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Namun, secara faktual dilapangan implementasi cenderung lebih menekankan kepada aspek penegakan hukum yang bersifat melakukan (penyelidikan, penyidikan, penangkapan dan penahanan). (3) peran ideal yaitu fungsi yang seharusnya dijalankan secara optimal, peran ideal belum terlaksana karena terdapat faktorfaktor penghambat yang ada di lapangan. Adapun faktor yang menjadi penghambat adalah keterbatasan sarana atau fasilitas khusus anak, seperti ruang. Penahanan yang terpisah dari pelaku dewasa, yang menghambat optimalisasi pelaksanaan hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran dalam penelitian ini bahwa (1) Polres Lampung Timur perlu segera mempercepat pengadaan atau penyesuaian fasilitas khusus anak untuk menjamin hak-hak anak selama proses hukum. (2) Kolaborasi antara kepolisian dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Dinas Sosial harus diperkuat, terutama dalam program pemulihan anak dan pembinaan intensif guna menekan angka residivisme pada anak. Kata kunci: Kepolisian, Anak, Pencurian Dengan Kekerasan. Violent theft crimes involving minors in East Lampung Regency have reached alarming levels. This phenomenon highlights the need for effective legal and social intervention, as children are subject to different laws than adult offenders, in accordance with the Juvenile Criminal Justice System Law. This study aims to examine and analyze in depth the role played by the Lampung Timur Police in combating violent theft committed by children. In addition, this study aims to identify the substantive factors that are obstacles or barriers in the implementation of these police duties. The methodological approach in this study uses an empirical juridical approach with a focus on a study at the East Lampung Polres. Data was obtained through literature study and field research, specifically through interviews with the Women and Children Protection Unit (PPA) of the East Lampung Polres Criminal Investigation Unit and legal practitioners (advocates/counselors). The results of the research and discussion show that the role of the police in combating robbery committed by children is complex. (1) Normatively, the police have carried out their functions through patrols and legal education for the community and schools for prevention, while in (2) their actual role in handling child cases, they continue to prioritize the best interests of the child as mandated in the Child Criminal Justice System Law (SPPA Law). However, in practice, implementation tends to emphasize law enforcement aspects such as investigation, inquiry, arrest, and detention. (3) The ideal role, which is the function that should be carried out optimally, has not been realized due to obstacles in the field. The factors that become are the limited resources or facilities specifically for children, such as space. Detention separate from adult offenders hinders the optimal implementation of normative law. Based on the results of this study, the recommendations are that (1) the East Lampung Police need to immediately accelerate the procurement or adjustment of facilities specifically for children to guarantee children's rights during the legal process. (1) Collaboration between the police, the Correctional Center (Bapas), and the Social Services Agency must be strengthened, especially in child rehabilitation and intensive guidance programs to reduce the rate of recidivism among children. Keywords: Police, Children, Violent Theft.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602113543 Digilib
Date Deposited: 11 Mar 2026 06:42
Terakhir diubah: 11 Mar 2026 06:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97651

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir