FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENURUNNYA AKTIVITAS KADER GARUDA KEADILAN SAYAP PARTAI KEADILAN SEJAHTERA REKRUTMEN 2024

TIKA, APRILA (2026) FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENURUNNYA AKTIVITAS KADER GARUDA KEADILAN SAYAP PARTAI KEADILAN SEJAHTERA REKRUTMEN 2024. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (226Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2605Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1591Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Garuda Keadilan merupakan sayap kepemudaan yang bersifat ekslusif karena, karena anggotanya adalah pemuda pemudi yang dilahirkan oleh orang tua yang merupakan anggota Partai Keadilan Sejahtera. Garuda Keadilan periode 2020-2024 data menunjukkan bahwa kader yang telah direkrut tidak semua tetap aktif dalam aktivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menurunnya aktivitas kader Garuda Keadilan Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan teori kaderisasi oleh Syamsuddin Haris dkk., yaitu 1) Adanya tata norma, aturan dan institusi; 2) Adanya model rekrutmen yang terbuka dan demokratis; 3) Terdapatnya sistem evaluasi pembinaan kader; 4) Membentuk jaringan kerja kader; 5) Perlu dilakukan affirmative action; 6) Model pembinaan kader perempuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya tingkat keaktifan dan partisipasi kader Garuda Keadilan dalam kegiatan organisasi dipegaruhi oleh belum optimalnya sistem kaderisasi organisasi yang berjalan secara menyeluruh, terlembaga, dan berkelanjutan. Belum adanya Standar Operasional Prosedur kaderisasi yang tertulis jelas, model rekrutmen yang secara prosedur terbuka namun secara struktural masih didominasi oleh jaringan internal, lemahnya pelaksanaan pembinaan dan evaluasi kader yang tidak dilakukan secara rutin, serta pembentukan jaringan kerja dan interaksi antar kader yang belum merata. Penerapan prinsip affirmative action dan keterlibatan kader perempuan dalam struktur organisasi telah berjalan cukup baik, namun belum didukung oleh model pembinaan khusus yang terarah. Menurunnya keaktifan kader Garuda Keadilan dapat dipengaruhi oleh belum optimalnya sistem kaderisasi organisasi yang berjalan secara menyeluruh, terlembaga, dan berkelanjutan yang menunjukkan bahwa sistem kaderisasi masih memerlukan penguatan pada berbagai tahapan pelaksanaannya. Kata Kunci: Garuda Keadilan, Kaderisasi, Keaktifan Kader.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
Program Studi: FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S2-Magister Ilmu Pemerintahan
Pengguna Deposit: 2602269750 Digilib
Date Deposited: 13 Mar 2026 03:20
Terakhir diubah: 13 Mar 2026 03:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97744

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir