Nurul Fadhilah, Azzahro (2026) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RESIKO DENGAN NEUROPATI DIABETIKUM PASIEN DI PUSKESMAS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024/2025. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.
|
File PDF
ABSTRACT skripsi.pdf Download (72Kb) | Preview |
|
|
File PDF
Skripsi tanpa Lampiran_Nurul Fadhilah Azzahro.pdf Restricted to Hanya staf Download (1843Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
Skripsi tanpa bab 4_Nurul Fadhilah Azzahro.pdf Download (1728Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Pendahuluan: Neuropati diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes melitus dan berperan besar dalam menurunkan kualitas hidup pasien. Kondisi ini terjadi akibat paparan hiperglikemia kronik yang menyebabkan kerusakan saraf perifer melalui mekanisme metabolik dan vaskular. Neuropati diabetikum sering kali berkembang secara perlahan dan pada tahap awal dapat tidak bergejala, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi lanjutan seperti ulkus kaki diabetikum dan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian neuropati diabetikum pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah pasien diabetes melitus yang menjalani pengobatan di tiga Puskesmas Kota Bandar Lampung dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan penilaian gejala neuropati menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS). Data yang diperoleh dianalisis secara menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,8%), usia 46–56 tahun (27,8%), telah menderita diabetes melitus selama lebih dari lima tahun (69,4%), serta patuh dalam menjalani pengobatan (67,6%). Kejadian neuropati diabetikum ditemukan pada 75%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, durasi menderita diabetes melitus, dan kepatuhan minum obat memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian neuropati diabetikum (p < 0,05). Sementara itu, jenis kelamin dan riwayat ulkus kaki tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian neuropati diabetikum (p > 0,05). Kesimpulan: Usia yang lebih lanjut, durasi diabetes melitus yang lebih lama, dan ketidakpatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan kejadian neuropati diabetikum. Pengendalian glikemik yang optimal, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta skrining neuropati secara rutin perlu dilakukan untuk mencegah dan menekan progresivitas neuropati diabetikum. Kata kunci: diabetes melitus, faktor risiko, neuropati diabetikum
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2602769376 Digilib |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 03:46 |
| Terakhir diubah: | 13 Mar 2026 03:46 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97745 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
