ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENINGKATNYA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI KALANGAN REMAJA (Studi Pada BNNP Lampung)

Meliana, Citra (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENINGKATNYA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI KALANGAN REMAJA (Studi Pada BNNP Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (278Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1103Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (1102Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan permasalahan serius yang terus mengalami peningkatan di Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Masa dewasa ditandai dengan kondisi psikologis yang labil, rasa ingin tahu yang tinggi, serta mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan. Kondisi tersebut menjadikan remaja kelompok yang rentan terlibat dalam tindak pidana narkotika, baik sebagai penyalahguna maupun bagian dari peredaran gelap. Provinsi Lampung sebagai wilayah strategis jalur transit Sumatera–Jawa turut menghadapi peningkatan keterlibatan remaja dalam kasus narkotika, Permasalahan dalam penelitan ini adalah untuk mengetahui penegakan hukum dalam tindak pidana narkotika di kalangan remaja dan faktor yang mempengaruhi penegakan hukum dalam tindak pidana narkotika di kalangan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data di peroleh dari data primer melalui penelitian lapangan di BNN Provinsi Lampung dan Polda Bandar Lampung dengan teknik wawancara terhadap aparat penegak hukum dan akademisi, dan data sekunder melalui kepustakan berupa peraturan perundang-undangan, literatur, serta dokumen pendukung lainnya. Pengumpulan data di lakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan, sedangkan analisis data di lakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab meningkatnya tindak pidana narkotika di kalangan remaja terdiri atas faktor internal seperti rasa ingin tahu yang tinggi, ketidakstabilan emosi, lemahnya kontrol diri, dan keinginan memperoleh pengakuan sosial, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga yang kurang harmonis, lemahnya pengawasan orang tua, pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial modus peredaran yang semakin canggih. Dalam penegakan hukum. dalam penegakan hukum, meskipun telah mengedepankan prinsip perlindungan anak dan keadilan restoratif melalui rehabilitasi, masih terdapat kendala pada aspek substansi hukum, aparat penegak hukum, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Saran dalam penelitian ini agar upaya penanggulangan tindak pidana narkotika di kalangan remaja tidak hanya berfokus pada penegakan hukum secara represif, tetapi juga diperkuat melalui pendekatan preventif dan pre-emtif. Sinergi yang berkelanjutan antara aparat penegak hukum, BNN, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu ditingkatkan melalui program edukasi, pembinaan, serta rehabilitasi yang berorientasi pada pemulihan dan pencegahan. Selain itu, diperlukan penguatan regulasi dan peningkatan profesionalisme aparat penegak hukum agar penanganan perkara narkotika yang melibatkan remaja dapat berjalan secara efektif, adil, dan berlandaskan kepentingan terbaik bagi anak. Kata kunci: Tindak Pidana, Narkotika, Remaja. The abuse and illicit trafficking of narcotics constitute a serious problem that continues to increase in Indonesia, particularly among adolescents. Adolescence, as a transitional phase from childhood to adulthood, is characterized by unstable psychological conditions, a high level of curiosity, and a strong susceptibility to peer influence. These conditions make adolescents a vulnerable group to become involved in narcotics-related crimes, either as users or as part of the illicit drug distribution network. Lampung Province, as a strategic transit route between Sumatra and Java, has also experienced an increase in the involvement of adolescents in narcotics cases. The problem examined in this research is to determine the law enforcement efforts in narcotics crimes among adolescents and the factors that influence law enforcement in narcotics crimes among adolescents. The research method used in this study is a normative juridical and empirical juridical approach. The data were obtained from primary data through field research at the Lampung Provincial National Narcotics Agency (BNN) and the Bandar Lampung Regional Police (Polda) using interview techniques with law enforcement officers and academics, and secondary data through library research in the form of laws and regulations, literature, and other supporting documents. Data collection was conducted through library research and field studies, while data analysis was carried out qualitatively. The results of the study show that the factors causing the increase in narcotics crimes among adolescents consist of internal factors such as high curiosity, emotional instability, weak self-control, and the desire to gain social recognition, as well as external factors such as a less harmonious family environment, weak parental supervision, peer influence, social environment, and increasingly sophisticated drug trafficking methods. In terms of law enforcement, although it has prioritized the principles of child protection and restorative justice through rehabilitation measures, there are still obstacles related to legal substance, law enforcement officials, and the low level of public legal awareness. Based on the findings and approaches applied, the author recmends that efforts to combat narcotics crimes among adolescents should not focus solely on repressive law enforcement measures, but should also be strengthened through preventive and pre-emptive approaches. Sustainable synergy among law enforcement agencies, the National Narcotics Agency, families, educational institutions, and the community needs to be enhanced through educational programs, guidance, and rehabilitation oriented toward recovery and prevention. Furthermore, strengthening regulations and improving the professionalism of law enforcement officials are necessary to ensure that the handling of narcotics cases involving adolescents is effective, fair, and based on the best interests of the child. Keywords: Criminal offense, Narcotics, Adolescent

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602778343 Digilib
Date Deposited: 13 Mar 2026 03:52
Terakhir diubah: 13 Mar 2026 03:52
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97748

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir