Daffa Andra, Setiawan (2026) Pengaruh Kinerja Lingkungan dan dewan komisaris independent terhadap pengungkapan emisi karbon pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
Abstrak Daffa Andra Setiawan.pdf Download (408Kb) | Preview |
|
|
File PDF
Skripsi Full Daffa Andra Setiawan.pdf Restricted to Hanya staf Download (1761Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
Skripsi Tanpa Pembahasan Daffa Andra Setiawan fix.pdf Download (1713Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja lingkungan dan dewan komisaris independen terhadap pengungkapan emisi karbon pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Isu perubahan iklim menjadi tantangan global yang semakin mendesak akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK), terutama karbon dioksida (CO₂) yang bersumber dari aktivitas industri. Sektor industri di Indonesia memiliki kontribusi emisi yang besar sehingga mendorong urgensi transparansi perusahaan dalam mengungkapkan informasi emisi karbon sebagai bentuk akuntabilitas dan tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur subsektor industri dasar dan kimia yang listed di BEI periode 2022–2024. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 56 perusahaan dengan total 168 data observasi. Variabel dependen pengungkapan emisi karbon diukur menggunakan 18 item yang dikelompokkan dalam lima kategori, sedangkan variabel independen terdiri dari kinerja lingkungan yang diukur melalui peringkat PROPER dan proporsi dewan komisaris independen. Profitabilitas (ROA dan ROE) digunakan sebagai variabel kontrol. Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan kinerja lingkungan dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan emisi karbon masih bersifat sukarela sehingga belum menjadi prioritas perusahaan meskipun memiliki kinerja lingkungan yang baik atau struktur pengawasan yang memadai. Kata kunci: kinerja lingkungan, dewan komisaris independen, pengungkapan emisi karbon, PROPER. This study aims to analyze the influence of environmental performance and independent board of commissioners on carbon emission disclosure in basic and chemical industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2022–2024 period. Climate change is an increasingly pressing global challenge due to increasing greenhouse gas (GHG) emissions, particularly carbon dioxide (CO₂) from industrial activities. The industrial sector in Indonesia contributes significantly to emissions, thus urging companies to be more transparent in disclosing carbon emission information as a form of environmental accountability and responsibility. This study uses quantitative data obtained from annual reports and company sustainability reports. The study population is manufacturing companies in the basic and chemical industry subsector listed on the IDX for the 2022–2024 period. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 56 companies with a total of 168 observational data. The dependent variable, carbon emission disclosure, is measured using 18 items grouped into five categories, while the independent variables consist of environmental performance as measured by the PROPER rating and the proportion of independent board of commissioners. Profitability (ROA and ROE) is used as a control variable. The analysis was conducted using multiple linear regression using SPSS. The results showed that, both partially and simultaneously, environmental performance and independent board of commissioners had no significant effect on carbon emission disclosure. This finding indicates that carbon emission disclosure is still voluntary and therefore not a priority for companies, even those with good environmental performance or adequate oversight structures. Keywords: environmental performance, independent board of commissioners, carbon emission disclosure, PROPER.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 330 Ekonomi |
| Program Studi: | FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (FEB) > Prodi S1-Akuntansi |
| Pengguna Deposit: | 2602807085 Digilib |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 06:25 |
| Terakhir diubah: | 06 Apr 2026 06:25 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98003 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
